News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Jelang Mudik Lebaran, Relawan Ambulans Solo Perkuat Ilmu Siaga Kebidanan

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PELATIHAN BHD AMBULANS - dr. Heryuristianto, Sp.OG, spesialis kebidanan dari RS Mangesti Rahayu saat menyampaikan materi terkait pelatihan Kegawatdaruratan dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Sabtu, 14 Februari 2026 di RS Mangesti Rahayu

 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi akan menimbulkan lonjakan mobilitas masyarakat tiap tahunnya, kesiapan posko keselamatan di wilayah Solo Raya pun terus ditingkatkan.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penguatan kapasitas keilmuan bagi para pengemudi ambulans Puskesmas dan relawan se-Surakarta melalui pelatihan Kegawatdaruratan dan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Mangesti Rahayu pada Sabtu, 14 Februari 2026, sebagai upaya memastikan respon medis yang cepat dan tepat di jalur mudik.

Dalam sesi pelatihan tersebut, dr. Heryuristianto, Sp.OG, spesialis kebidanan dari RS Mangesti Rahayu ikut memberikan atensi khusus pada kasus-kasus kebidanan yang sering kali terlupakan di tengah dominasi kasus kecelakaan lalu lintas. 

Menurutnya, relawan ambulans memiliki peran vital sebagai fast response non-medis yang menjamin keselamatan dua nyawa sekaligus, yakni ibu dan janin, sebelum sampai di fasilitas kesehatan.

"Kondisi pasien sampai ke rumah sakit itu kecepatan, ketepatan, dan keselamatannya tergantung dari panjenengan (para hadirin) semua," ujar Heryuristianto menyapa para relawan ambulans yang datang dari berbagai penjuru Wilayah Karesidenan Surakarta.

Heryuristianto menekankan bahwa  risiko kegawatdaruratan ibu hamil seperti pendarahan hebat, kejang akibat tensi tinggi (eklamsia), hingga persalinan darurat di jalan raya bisa saja terjadi, tak terkecuali pada periode mudik.

"Kalau kejang, aliran darah ke otak berhenti. Ini bisa menimbulkan efek samping permanen jika tidak ditangani cepat," tambahnya.

Oleh karena itu, para pengemudi ambulans dituntut untuk menguasai prinsip dasar keselamatan ABC (Airway, Breathing, Circulation). 

Prinsip ABC tersebut mencakup aspek saluran napas (Airway), pernapasan (Breathing), dan sirkulasi darah (Circulation). 

Di pelatihan tersebut, sosok yang akrab disapa dr. Heryu ini juga menekankan bahwa ketenangan driver atau kru ambulans menjadi kunci utama, terutama saat menghadapi kepanikan akibat nyeri hebat yang dialami pasien.

Baca juga: 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Ruas Tol, Puncak Arus Mudik 18 Maret

"Prinsipnya: Cepat, Aman, dan Tidak Panik. Kalau panik, semua yang sudah diajarkan akan hilang." sambung Heryuristianto.

Salah satu teknik krusial yang diajarkan dalam pelatihan ini adalah posisi transportasi pasien.

Heryuristianto menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami kondisi darurat sangat disarankan untuk diposisikan miring ke kiri. 

ILUSTRASI MUDIK LEBARAN - Mudik Lebaran dengan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi serta muatan penuh menuntut kondisi mobil harus benar-benar prima sebelum digunakan. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews.com/Irwan Rismawan)
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini