TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan maut terjadi di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (18/3/2026) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Nagreg dikenal sebagai salah satu jalur utama mudik di Jawa Barat.
Jalur ini menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya.
Jalur ini selalu padat menjelang Lebaran, dengan volume kendaraan mencapai puluhan ribu per hari.
Baca juga: Kecelakaan dan Truk Patah AS Lambat Dievakuasi Biang Kerok Macet Horor di Jalintim Jambi-Palembang
Kronologi Truk Pengangkut Sapi Terguling di Nagreg
Sebuah truk pengangkut sapi dengan nomor polisi B 9471 MD terguling setelah diduga mengalami rem blong saat melaju menuju Tasikmalaya.
Peristiwa tersebut berujung tragis. Satu orang pemudik asal Ciamis meninggal dunia setelah tertabrak truk yang oleng ke kiri dan keluar jalur.
Selain korban manusia, dua ekor sapi dari total 12 yang diangkut juga ditemukan mati di lokasi kejadian, sehingga total korban tewas mencapai tiga.
Kasubdit Rekayasa Ops Ketupat Polda Jabar, AKBP Eti Haryati, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman.
“Sekitar pukul 05.00 WIB, kendaraan pengangkut sapi mengalami masalah rem sehingga tidak dapat dikendalikan dan oleng ke kiri,” ujarnya.
Truk yang terguling sempat melintang di bahu jalan, memicu kemacetan panjang di jalur utama Nagreg, terutama saat proses evakuasi kendaraan dan ternak yang masih hidup.
Antrean kendaraan bahkan sempat mengular hingga kawasan turunan Nagreg dan persimpangan Cikaledong.
Petugas kepolisian bergerak cepat melakukan evakuasi serta menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah untuk mengurai kepadatan.
Jalur selatan juga diberlakukan secara situasional guna mempercepat arus kendaraan.
“Proses evakuasi cukup memakan waktu karena harus mengevakuasi sapi yang masih hidup. Namun sekitar pukul 09.00 WIB, arus lalu lintas mulai kembali normal,” kata Eti.
Baca tanpa iklan