Tak hanya menghanguskan rumah saja, barang berharga seperti motor hingga dokumen Sertifikat Hak Milik (SHM) miliknya ikut hangus terbakar karena tak sempat diselamatkan.
Kini, ia dan keluarganya menumpang di rumah tetangga.
Kehilangan rumah berarti kehilangan rasa aman, sementara hilangnya kios berarti terputusnya sumber penghasilan.
Martin hanya bisa berharap ada bantuan datang supaya ia bisa kembali menggerakkan roda ekonomi keluarganya.
"Pengen ada bantuan, dibangunkan kembali seperti semula. Saya tidak ada uang lagi. Sekarang tidak bisa jualan, penghasilan habis total," ungkapnya lirih.
Sebagian artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Korban Kebakaran SPBE di Bekasi Bertambah Jadi 18 Orang
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Wartakotalive.com, Rendy Rutama)
Baca tanpa iklan