TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Seorang pria tiba-tiba menerobos iring-iringan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Aksi nekat tersebut dilakukan saat Presiden Prabowo menghadiri peresmian pabrik perakitan kendaraan komersil berbasis listrik PT VKTR Sakti di Magelang pada Kamis (9/4/2026) kemarin.
Pria tersebut berhasil menyerahkan berkas aduan ke tangan Presiden Prabowo.
Dia nekat melakukan hal itu karena merasa tidak mendapat keadilan dengan perbankan.
Pria tersebut adalah, Asep Harso Tarmungkas, Warga Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.
Baca juga: Prabowo: 2028, Indonesia Akan Produksi Sedan Listrik Besar-besaran
"Jadi kami tadi menuliskan surat untuk Pak Prabowo, pada intinya menuntut keadilan dengan perbankan pemerintah yang tidak mau menyelesaikan perkara piutang almarhumah istri saya yang sudah lama dan terus dikenakan administrasi," Jelas Asep Harso Tarmungkas saat dihubungi melalui telepon.
Rumah terancam eksekusi
Bahkan, lanjut Asep, perbankan berulang kali mengancam akan mengeksekusi rumahnya untuk dilelang yang digunakan sebagai agunan jika piutang istrinya tersebut tidak dibayarkan.
"Padahal kami berulang kali menyampaikan kepada perbankan tersebut, piutang istrinya suah diasuransikan sehingga jika terjadi bencana alam atau meninggal dianggap lunas, namun permohonan tersebut selalu diabaikan oleh perbankan," imbuhnya.
Tuntut hak asuransi piutang
Saat dikonfirmasi perbankan yang dimaksud, Asep enggan menyebutkan secara detail.
Meski demikian, kronologi kejadian sudah dituangkan melalui surat yang sudah tertulis kepada presiden tersebut.
"Ya kami menaruh harapan besar kepada Bapak Presiden supaya bisa membela rakyat dengan seadil-adilnya, karena kami juga menuntut hak atas pembayaran asuransi piutang yang dikenakan setiap bulan," harapnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Demi Keadilan, Seorang Warga Nekat Adang Iring Iringan Presiden,
Baca tanpa iklan