TRIBUNNEWS.COM - Tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX di Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) meninggalkan duka yang begitu mendalam.
Delapan nyawa melayang dalam peristiwa nahas tersebut, terdiri dari pilot, kopilot, dan para penumpang.
Kepergian mereka bukan hanya menjadi angka dalam sebuah tragedi, tetapi luka yang nyata bagi keluarga dan orang-orang terdekat yang ditinggalkan.
Dari balik kabar duka itu, kisah-kisah haru mulai bermunculan.
Salah satunya datang dari sosok Capt. Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX, yang tinggal di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut membagikan kisah harunya.
Ia mengaku cukup dekat dengan Capt. Marindra.
Meski bertugas di luar Jawa, almarhum rutin pulang kampung saat lebaran tiba.
Capt. Marindra secara rutin memberikan uang Tunjangan Hari Raya kepada para satpam perumahan.
“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik."
"Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun," kata dia, dikutip dari Surya.co.id, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengaku sangat kehilangan atas kepergian Capt. Marindra.
Apalagi pertemuan terakhir baru terjadi beberapa minggu lalu.
Baca juga: TNI Kerahkan Ratusan Personel dan Dukungan Udara Evakuasi Korban Helikopter Airbus H130 di Sekadau
"Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini," tandasnya.
Baca tanpa iklan