News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pernah Dibatalkan, Wapres Gibran Akhirnya ke Yahukimo

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menkopolkam Djamari Chaniago di RSUD Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa, (21/4/2026). (Taufik Ismail)

Ringkasan Berita:

  • Wapres Gibran melakukan kunjungan mendadak ke Yahukimo, Papua Pegunungan, mendarat di Dekai di luar agenda resmi 
  • Disambut forkopimda, ia meninjau Sekolah Kristen Anugerah Dekai dengan pengamanan standar tanpa rompi 
  • Pemerintah menyebut kunjungan ini bukti Yahukimo aman, meski sempat ditunda dan masih ada gangguan keamanan terbatas

TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO -  Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Kabupaten Yahukimo di Provinsi Papua Pegunungan, Selasa, (21/4/2026). Kunjungan Wapres ke Yahukimo ini terbilang mendadak.

Rencananya usai dari Kabupaten Mimika Papua Tengah, Gibran akan langsung menuju Sorong. Namun, Pesawat Boeing TNI Angkatan Udara yang membawa Gibran bersama rombongan terbatas mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo.

Kenapa dibilang mendadak, dalam rencana kunjungan Wapres ke Papua, tidak ada kunjungan ke Yahukimo. Mantan Wali Kota Solo itu hanya mengunjungi Nabire, Mimika, Sorong lalu Raja Ampat.

Pantauan Tribunnews yang ikut dalam kunjungan tersebut, turun dari pesawat Gibran yang mengenakan pakaian safari lengan panjang disambut oleh jajaran forkopimda setempat diantaranya Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli. Gibran yang mengenakan ikat kepala Kasuari dan Noken langsung masuk ke dalam kendaraan menuju Sekolah Kristen Anugerah Dekai.

Meski berkunjung ke Yahukimo yang terbilang masih rawan gangguan keamanan, tidak ada penjagaan berlebihan. Gibran juga tidak mengenakan rompi pelindung dan sejenisnya. Penjagaan dilakukan sebagaimana standar biasanya. Di bandara sejumlah personel kepolisian dan TNI berjaga dengan membawa senjata laras panjang.

Baca juga: Stop Operasi Militer di Papua, Usman Hamid Minta Pemerintah Ambil Opsi Gencatan Senjata

Menkopolkam Djamari Chaniago mengatakan bahwa kunjungan Wapres menandakan bahwa Yahukimo dalam kondisi aman terkendali. Keberadaan Wapres di Yahukimo juga menjadi bukti bahwa, pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan dan percepatan pembangunan di Papua.

“Kehadiran beliau di sini menjadi bukti bahwa kami negara itu hadir di sini bersama rakyat. Untuk membangun Papua dan musuhnya di Yahukimo,” katanya.

Menurutnya aparat m terus berupaya menjaga keamanan di Yahukimo. Padalnya kata dia dengan pembangunan hanya dapat dilakukan dalam kondisi aman.

“Karena dengan keamanan yang bisa membuat situasi pembangunan nasional ini bisa dilakukan dengan baik. Tentu harus dilakukan oleh TNI, oleh Polri untuk memberikan keamanan kepada masyarakat di sini. Upaya itu sudah dilakukan, sedang dilakukan sampai dengan hari ini dan akan dilaksanakan,” katanya.

Masalah Keamanan

Menkopolkam Djamari Chaniago tidak menampik masih ada beberapa gangguan keamanan di Yahukimo. Namun gangguan yang terjadi masih relatif kecil dan terkendali.

“Mengenai pertanyaan tadi sebetulnya ada memang beberapa waktu yang lalu itu ada penangkapan di sini. Yang dilakukan oleh Satgas Cartenz. Itu adalah orang saudara kita yang di hutan sana mau kemari dan ditangkap di sini,” katanya.

Selain itu ada juga kontak tembak di distrik Saradela Yahukimo antara Satgas Operasi Damai Cartenz dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kontak tembak terjadi dalam upaya aparat menjaga keamanan warga di Yahukimo.

“Kemudian juga ada beberapa perkembangan di daerah sebelah utara di sini. Yang juga terjadi kontak tembak itu tidak terlalu besar, tidak terlalu mencapai. Semuanya adalah mereka mengamankan penduduk atau warga negara Indonesia di sini,” katanya.

Untuk diketahui usai kontak tembak di Kampung Samboga, Distrik Seredala pada Rabu 15 April 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan pengejaran terhadap KKB Yahukimo.

Selain Menkopolkam Djamari Chaniago, turut ikut dalam kunjungan Wapres ke Yahukimo yakni Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Lucky Avianto.

Baca juga: Sorotan Hector Souto dari Papua: Talenta di Futsal Ada, Masalahnya di Sistem Pembinaan

Sempat Tertunda

Wakil Presiden Gibran Rakabuming sempat berencana ke Yahukimo pada Rabu 14 Januari 2026 lalu. Wapres yang telah berada di Wamena Papua batal menuju Yahukimo karena alasan keamanan.

Pangdam Cenderawasih yang merupakan Komandan Satgas Pengamanan VVIP, Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengatakan dirinya telah menyarankan Wapres untuk menunda kunjungan ke Yahukimo karena alasan keamanan.

"Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, karena melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wakil Presiden untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo," katanya di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua Januari lalu.

Jenderal Bintang dua tersebut mengatakan bahwa berdasarkan laporan intelijen, terdapat gerakan dari kelompok tidak bertanggungjawab di Papua, yang akan mengganggu kunjungan Wapres ke Yahukimo.

Namun ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai siapa dan potensi gangguan seperti apa yang kemungkinan akan terjadi apabila Wapres berkunjung ke Yahukimo.

"Dari pertimbangan intelijen kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan," katanya.

"Sehingga saya selaku Kemanan Satgas menyarankan kepada beliau, padahal beliau sangat ingin untuk berkunjung ke Yaukimo," imbuhnya.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini