TRIBUNNEWS.COM, YAHUKIMO - Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Kabupaten Yahukimo di Provinsi Papua Pegunungan, Selasa, (21/4/2026). Kunjungan Wapres ke Yahukimo ini terbilang mendadak.
Rencananya usai dari Kabupaten Mimika Papua Tengah, Gibran akan langsung menuju Sorong. Namun, Pesawat Boeing TNI Angkatan Udara yang membawa Gibran bersama rombongan terbatas mendarat di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo.
Kenapa dibilang mendadak, dalam rencana kunjungan Wapres ke Papua, tidak ada kunjungan ke Yahukimo. Mantan Wali Kota Solo itu hanya mengunjungi Nabire, Mimika, Sorong lalu Raja Ampat.
Pantauan Tribunnews yang ikut dalam kunjungan tersebut, turun dari pesawat Gibran yang mengenakan pakaian safari lengan panjang disambut oleh jajaran forkopimda setempat diantaranya Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol dan Bupati Yahukimo Didimus Yahuli. Gibran yang mengenakan ikat kepala Kasuari dan Noken langsung masuk ke dalam kendaraan menuju Sekolah Kristen Anugerah Dekai.
Meski berkunjung ke Yahukimo yang terbilang masih rawan gangguan keamanan, tidak ada penjagaan berlebihan. Gibran juga tidak mengenakan rompi pelindung dan sejenisnya. Penjagaan dilakukan sebagaimana standar biasanya. Di bandara sejumlah personel kepolisian dan TNI berjaga dengan membawa senjata laras panjang.
Baca juga: Stop Operasi Militer di Papua, Usman Hamid Minta Pemerintah Ambil Opsi Gencatan Senjata
Menkopolkam Djamari Chaniago mengatakan bahwa kunjungan Wapres menandakan bahwa Yahukimo dalam kondisi aman terkendali. Keberadaan Wapres di Yahukimo juga menjadi bukti bahwa, pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan dan percepatan pembangunan di Papua.
“Kehadiran beliau di sini menjadi bukti bahwa kami negara itu hadir di sini bersama rakyat. Untuk membangun Papua dan musuhnya di Yahukimo,” katanya.
Menurutnya aparat m terus berupaya menjaga keamanan di Yahukimo. Padalnya kata dia dengan pembangunan hanya dapat dilakukan dalam kondisi aman.
“Karena dengan keamanan yang bisa membuat situasi pembangunan nasional ini bisa dilakukan dengan baik. Tentu harus dilakukan oleh TNI, oleh Polri untuk memberikan keamanan kepada masyarakat di sini. Upaya itu sudah dilakukan, sedang dilakukan sampai dengan hari ini dan akan dilaksanakan,” katanya.
Masalah Keamanan
Menkopolkam Djamari Chaniago tidak menampik masih ada beberapa gangguan keamanan di Yahukimo. Namun gangguan yang terjadi masih relatif kecil dan terkendali.
“Mengenai pertanyaan tadi sebetulnya ada memang beberapa waktu yang lalu itu ada penangkapan di sini. Yang dilakukan oleh Satgas Cartenz. Itu adalah orang saudara kita yang di hutan sana mau kemari dan ditangkap di sini,” katanya.
Selain itu ada juga kontak tembak di distrik Saradela Yahukimo antara Satgas Operasi Damai Cartenz dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kontak tembak terjadi dalam upaya aparat menjaga keamanan warga di Yahukimo.
“Kemudian juga ada beberapa perkembangan di daerah sebelah utara di sini. Yang juga terjadi kontak tembak itu tidak terlalu besar, tidak terlalu mencapai. Semuanya adalah mereka mengamankan penduduk atau warga negara Indonesia di sini,” katanya.
Untuk diketahui usai kontak tembak di Kampung Samboga, Distrik Seredala pada Rabu 15 April 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan pengejaran terhadap KKB Yahukimo.
Selain Menkopolkam Djamari Chaniago, turut ikut dalam kunjungan Wapres ke Yahukimo yakni Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Lucky Avianto.
Baca juga: Sorotan Hector Souto dari Papua: Talenta di Futsal Ada, Masalahnya di Sistem Pembinaan
Baca tanpa iklan