TRIBUNNEWS.COM, BANYUMAS - Seorang mahasiswa Unsoed Purwokerto berinisial D diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sesama mahasiswa.
Peristiwa penyekapan dan penganiayaan tersebut berlangsung pada Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026).
Akibat perbuatan pelaku, korban tidak dapat mengikuti ujian tengah semester (UTS).
Reaksi Kampus
Pihak Unsoed Purwokerto telah meminta korban maupun saksi dalam kasus dugaan penyekapan serta penganiayaan mahasiswa untuk segera melapor ke pihak kepolisian.
Juru Bicara Unsoed Purwokerto, Dian Bestari mengonfirmasi bahwa kasus dugaan penganiayaan menimpa salah satu mahasiswanya.
Terkait hal tersebut, keluarga korban sudah bertemu dengan Satgas PPK dan diarahkan untuk melapor ke pihak kepolisian.
Meski begitu, hingga saat ini pihak kampus belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut.
Baca juga: Kasus Penganiayaan Tukang Bakso di Tasikmalaya, 4 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Dian menambahkan, kasus penyekapan dan penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan kekerasan yang dilakukan korban.
"Unsoed berkomitmen untuk tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam kampus."
"Karenanya semua korban atau saksi diharapkan segera melapor kepada Satgas PPK dan pihak kepolisian," ujar Dian seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (21/4/2026).
Kronologi
Mahasiswa Unsoed Purwokerto inisial D diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sesama mahasiswa.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (14/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026).
Korban baru kembali ke rumah pada Kamis (16/4/2026) sehingga tidak dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS).
Baca tanpa iklan