“Kalau saya melihat dari mulutnya yang berbusa, itu tafsiran pribadi saya mungkin kena racun. Bukan diracun, tapi bisa saja tidak sengaja terpapar,” katanya.
Dian juga menjelaskan bahwa gejala yang dialami kucing berbeda-beda. Beberapa kucing liar sempat mengalami kejang selama sekitar 30 menit sebelum mati. Sementara kucing peliharaannya hanya menunjukkan gejala singkat sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
“Tidak lama, sekira 10 menit kucing saya mengeluarkan muntahan, berbusa, sempat mengeluarkan suara meng, terus saya tutup kain dan mati,” ujarnya.
Saat ini, warga memilih meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas hewan peliharaan mereka.
“Saya sekarang tidak membiarkan kucing keluar dulu. Biasanya pagi hari saya keluarkan, tapi sekarang masih saya tahan, mungkin sampai satu bulan atau lebih,” pungkasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat segera melibatkan dokter hewan jika menemukan kejadian serupa guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter hewan agar diketahui penyebab pastinya. Selain itu, masyarakat juga dapat pemahaman yang benar,” ujar Kompol M Roichan.
Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kasus kematian hewan tersebut.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Viral 8 Kucing Mati Mendadak di Malang, Ini Kesaksian Warga
Baca tanpa iklan