Saat itu juga palang pintu perlintasan mulai pelan-pelan tertutup.
Namun, truk nekat menyeberang perlintasan karena jarak truk dengan perlintasan sudah dekat.
Tak disangka, mesin truk mati ketika hendak menyeberang perlintasan.
"Mesin truk mati saat posisi truk masih belum melewati rel. Tapi posisi kepala truk moncong ke jalur kereta," kata Dodi.
Mengetahui mesin mati, sopir dan kenek sempat turun dari truk. Mereka meminta bantuan ke warga untuk mendorong truk mundur.
Dodi menyebut, truk tersebut, bermuatan berat. Alhasil, delapan orang yang membantu tidak berhasil mendorong truk mundur.
"Ada sekitar delapan orang yang dorong truk, tapi truk tidak bergerak. Saya juga ikut bantu dorong truk," ucapnya.
Tak lama kemudian, muncul KA Dhoho dari arah barat ke timur. Benturan antara KA Dhoho dengan bagian depan truk pun tak terhindarkan.
Pada saat itu, lantas KA Dhoho berhenti di lokasi.
Beruntung, tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut.
"Tidak ada korban jiwa. Sopir dan kenek sudah turun dari truk," kata Dodi yang bekerja di SPBE samping perlintasan Jalan Imam Bonjol.
Baca juga: Dedi Mulyadi Soroti Banyak Perlintasan Liar, Dukung Investigasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
KA Dhoho Sudah Kurangi Kecepatan
Kesaksian lainnya turut disampaikan pekerja di SPBE dekat perlintasan, M Isamudin Baehaqi.
Menurut Baehaqi, KA Dhoho sempat mengurangi kecepatan ketika mengetahui ada truk mogok di dekat perlintasan.
"Sepertinya, kereta api sudah berusaha mengurangi kecepatan. Tapi, karena jaraknya sudah dekat, tetap terjadi benturan," ucapnya.
Baca tanpa iklan