Homi Heluka ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz pada 20 Februari 2026 setelah lama menjadi buronan karena terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata yang menewaskan aparat maupun warga sipil.
Dia ditangkap di dekat kantor DPR Yahukimo sekitar pukul 11.00 WIT.
Kini Homi Heluka menjalani pemeriksaan di Polres Yahukimo.
Rekam Jejak Aksi Kekerasan
Homi Heluka diduga terlibat dalam serangkaian aksi berdarah sejak 2022:
- 2022: Penembakan dua anggota Brimob di Logpon, salah satunya tewas.
- 28 Januari 2025: Pembakaran mobil Sat Binmas di Dekai.
- April 2025: Pembunuhan belasan pendulang emas tradisional di Yahukimo.
- 16 Juni 2025: Penembakan anggota Kodim 1715 Yahukimo hingga tewas.
- 31 Januari 2026: Pembakaran mobil di KM 02 Dekai.
- 2 Februari 2026: Pembunuhan seorang tukang dan perusakan bangunan SMA Yapesli.
- 12 Februari 2026: Penembakan terhadap warga sipil bernama Suwono.
Kondisi Warga Sipil Usai Ditembak KKB
RK (29), warga sipil mengalami luka serius dan harus dirujuk ke Jayapura untuk perawatan intensif usadi ditembak KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (27/4/2026)..
Insiden penembakan diduga dilakukan KKB Kodap XVI Yahukimo.
Peristiwa penembakan ini terjadi pada siang hari ketika korban sedang melintas di wilayah Distrik Dekai.
Tanpa diduga, korban menjadi sasaran tembakan hingga mengalami satu luka tembak di bagian leher kiri.
Dia juga menderita delapan luka tambahan yang diduga berasal dari pecahan proyektil.
RK, tenaga profesional di lingkungan Pemkab Yahukimo itu langsung dievakuasi oleh aparat gabungan ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diterbangkan ke Jayapura.
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria mengatakan respons cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan korban dan mencegah gangguan lanjutan.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami satu luka tembak pada leher kiri serta sejumlah luka akibat pecahan proyektil. Korban telah kami rujuk ke rumah sakit di Jayapura untuk penanganan lanjutan," jelasnya dalam rilis yang diterima Tribun-Papua, Senin (27/4/2026) malam.
Setelah evakuasi, aparat gabungan langsung mengamankan lokasi kejadian, olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengumpulkan informasi lapangan untuk mengidentifikasi pelaku.
"Kami juga tingkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah titik rawan di Distrik Dekai juga ditingkatkan guna mencegah aksi susulan," beber Andria.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan bahwa kekerasan terhadap warga sipil merupakan pelanggaran hukum berat yang akan ditindak tegas.
Baca tanpa iklan