Rudi mengatakan, dalam aksi tersebut, pihaknya melihat mereka melakukan penyiraman dan membawa botol yang sudah diisi bahan bakar beserta sumbunya atau dengan kata lain barang tersebut merupakan molotov.
"Kemudian benda-benda keras lainnya, karena tadi melakukan pengerusakan traffic light, lampu lalu lintas, dan tempat-tempat, sarana-sarana lainnya, itu dilakukan oleh mereka," kata Rudi.
Dalam aksi kerusuhan tersebut, kata Rudi, mereka merusak videotron dan pos polisi. Bahkan, sejumlah massa juga melakukan sweeping, sehingga dia menduga aksi itu jelas mereka lakukan dengan adanya persiapan.
"Ini adalah perbuatan kriminal dan kami berkewajiban melindungi masyarakat, masyarakat Bandung ini harus dilindungi oleh kami," ucapnya.
Baca juga: May Day di Bandung Diwarnai Kerusuhan, Kelompok Berpakaian Serba Hitam Bakar Pos Polisi Hingga Kios
Dengan adanya kejadian ini, kata dia, polisi, Kodam III Siliwangi dan pemerintah daerah hadir untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan rasa nyaman bagi masyarakat.
"Ini sesuatu keadaan yang tidak kita kehendaki tentunya. Kami sebagaimana tadi saya sampaikan bersama seluruh jajaran mempersiapkan diri dibantu oleh teman-teman dari Kodam I
Selama aksi berlangsung, pihaknya telah melakukan penjagaan, pengamanan, dan pelayanan kepada seluruh masyarakat, buruh, dan mahasiswa yang melaporkan atau melakukan pemberitahuan melakukan perayaan, baik itu orasi, penyampaian pendapat, dan kegiatan lainnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pemadaman Pos Polisi dan Videotron yang Dibakar Massa di Bandung Terhambat Aksi Anarkis
dan
Massa Anarkis di Bandung saat May Day Ternyata 150-an Orang, Bawa Molotov hingga Rusak Fasilitas
Baca tanpa iklan