News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah SD Korban Pelecehan Sertu MB di Konawe Teriak dan Menangis Histeris Jambak Rambutnya Sendiri

Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KORBAN PELECEHAN TNI - Ilustrasi korban pelecehan seksual. Kondisi bocah SD korban pelecehan terduga Sertu MB di Konawe, sering menangis dan teriak histeris hingga menjambak rambutnya sendiri.

 

TRIBUNNEWS.COM, KENDARI - Kisah menyedihkan terjadi di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra)

Saat keberadaan terduga pelaku pelecehan Sertu MB masih misterius, kondisi korban A masih terpuruk, mengalami depresi.

A bocah SD berusia 12 tahun itu kerap menangis dan teriak histeris.

 

Bocah SD Korban Pelecehan Sertu MB Menangis dan Teriak Histeris

‘Pergi, pergi, pergi,” teriak histeris bocah A sembari menangis, meringkuk tertunduk, dan menjambak rambutnya sendiri.

Dalam rekaman video berdurasi 47 detik yang diperoleh wartawan TribunnewsSultra.com, sang ibu berinisial MS terlihat memeluk putrinya, mencoba menenangkannya.

Sembari mengusap kepala dan punggung putrinya yang tak berhenti  menangis histeris dan meronta-ronta, tangis MS pun tak terbendung menyaksikan kondisi putrinya.

Baca juga: Sosok Sertu MB Terduga Pelaku Pelecehan Bocah SD di Konawe: Magister Hukum Jago Karate, Kini Buronan

A merupakan murid sekolah dasar (SD) di Ranomeeto, Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang diduga menjadi korban pencabulan oknum TNI, Sertu MB.

Terduga pelaku berdinas sebagai Bintara Pembina Desa atau Babinsa di wilayah Kecamatan Poasia, Komando Distrik Militer atau Kodim 1417/Kendari, Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

 

Sertu MB Masih Buron

Sertu MB saat ini masih buron, berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), setelah kabur saat menjalani pemeriksaan internal.

Interogasi awal berlangsung di Markas Kodim, Jl Dr Sam Ratulangi, Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, pertengahan April 2026.

Tapi dia kabur sebelum dilimpahkan ke Denpom, menghilang dari pengawasan saat izin makan di sela interogasi awal di kesatuannya.

“Kita masih melacak keberadaannya bersama seluruh aparat yang ada,” kata Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari, Kolonel Arm Danny AP Girsang, akhir pekan lalu.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini