News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Pencabulan di Pati

Ashari Jadi Tersangka Pencabulan di Ponpes Pati, PWNU Jateng: Dia Bukan Kiai, tapi Dukun!

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Sosok Ashari, tersangka pencabulan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah, masih menjadi sorotan.

Dirinya menjadi sorotan publik setelah diduga melakukan pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Dia sempat berstatus buron dan berhasil diamankan oleh polisi di sebuah petilasan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Kamis (7/5/2026) lalu.

Namun, ada fakta baru yang terungkap pasca penangkapan Ashari di mana dirinya bukanlah seorang kiai atau berstatus sebagai pengasuh pesantren.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin.

Rozin menyatakan Ashari merupakan tabib atau dukun yang membuka praktik ritual penyembuhan.

Melalui kemampuan yang dimilikinya tersebut Ashari lantas mendirikan lembaga pendidikan.

"Dia itu sebetulnya bukan kiai. Dia tabib, dukun. Ini yang perlu kita klarifikasi sebetulnya yang di mana-mana itu disampaikan sebagai kiai," kata Rozin, Jumat (8/5/2026), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Kesaksian Warga Wonogiri saat Ashari Ditangkap, Ngaku Peziarah dan Sempat Menginap

Tak sampai di situ, Rozin juga menyebut bahwa banyak masyarakat yang datang ke Ashari untuk didoakan hingga menjalani ritual pengobatan.

Hal ini membuat Ashari memiliki relasi yang luas karena banyaknya klien yang datang kepadanya.

Bahkan, Rozin menduga ada aparat yang turut datang kepada Ashari.

“Kliennya bermacam-macam, mungkin juga ada dari aparat. Hal ini yang mungkin membuat yang bersangkutan percaya diri untuk tidak tersentuh hukum,” tuturnya.

Dengan fakta tersebut, Rozin menegaskan Ponpes Ndolo Kusumo yang didirikan dan dimiliki oleh Ashari bukanlah bagian dari Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU).

Adapun RMI NU merupakan lembaga PBNU yang bertugas untuk mengembangkan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan.

Lembaga ini telah didirikan sejak tahun 1954 dan telah menaungi sekitar 23.000 pesantren NU di seluruh Indonesia.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini