TRIBUNNEWS.COM - Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat dinilai sebagai langkah bijak di tengah polemik penilaian dewan juri yang viral di media sosial.
Anggota DPRD Kalimantan Barat, Heri Mustamin, menyebut persoalan dalam perlombaan sebenarnya dapat terjadi.
Namun, ia menyoroti apabila terdapat unsur kesengajaan dalam proses penilaian dewan juri.
“Kalau misalnya ada unsur kesengajaan dari dewan juri, tentu itu yang kita sayangkan. Apalagi yang diperlombakan adalah ideologi bangsa, sesuatu yang sangat prinsip dan mendasar,” ujarnya.
Juri Diminta Profesional dan Paham Substansi
Menurut Heri, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi panitia pelaksana, khususnya dalam menentukan dewan juri yang profesional dan benar-benar memahami substansi materi perlombaan.
Ia menilai juri tidak cukup hanya memiliki pengetahuan umum, tetapi juga harus menguasai materi secara khusus agar mampu memberikan penilaian objektif dan adil kepada peserta.
“Harus disiapkan benar-benar dewan juri yang punya kemampuan profesional dan pengetahuan yang cukup. Karena juri ini menilai, artinya mereka harus memahami substansi secara khusus,” katanya.
Selain kualitas juri, Heri juga menyoroti kesiapan teknis pelaksanaan lomba. Ia menyinggung polemik jawaban peserta yang disebut tidak terdengar saat final berlangsung hingga memicu kontroversi publik.
Menurutnya, panitia harus memastikan seluruh perangkat pendukung berjalan optimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Panitia harus menyiapkan kelengkapan pendukung agar tidak ada lagi istilah jawaban tidak terdengar yang kemudian menjadi masalah. Dewan juri dan pelaksana juga harus bijak agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Terkait keputusan pengulangan final, Heri menilai langkah Ketua MPR RI sudah tepat dan adil karena peserta tidak dapat disalahkan atas polemik yang terjadi.
Ia menegaskan persoalan muncul akibat kelalaian pelaksana, terutama dalam hasil penilaian dewan juri.
“Ini bukan kesalahan ataupun kecurangan peserta, melainkan faktor kelalaian pelaksana, khususnya dewan juri. Karena ini menyangkut lembaga tinggi negara, saya pikir Ketua MPR mengambil langkah yang bijak dengan memutuskan lomba diulang,” ucapnya.
Baca juga: MPR Bantah Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kalbar Berpihak ke Salah Satu Sekolah
MPR RI Ulang Lomba Cerdas Cermat
Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani memastikan final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat akan diulang menyusul viralnya kontroversi penilaian dalam final yang digelar pada 9 Mei 2026.
Polemik muncul ketika dua tim peserta memberikan jawaban yang dinilai serupa, namun mendapatkan keputusan berbeda dari dewan juri. Jawaban dari SMAN 1 Pontianak dianggap salah, sedangkan jawaban dari SMAN 1 Sambas dinyatakan benar.
Keputusan tersebut memicu kritik luas dari warganet hingga menjadi perhatian nasional dan akhirnya membuat MPR RI memutuskan menggelar ulang babak final.
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Ketua MPR Putuskan Final LCC 4 Pilar Kalbar Diulang, Heri Mustamin sebut Langkah Bijak
Baca tanpa iklan