News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kelompok Bersenjata di Papua

Pekerja Tambang Emas di Yahukimo Papua Pegunungan Tewas, Diduga Pelakunya OPM

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENAMBANG TEWAS - Helyanus Mendine, seorang penambang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan tewas, Senin (18/5/2026). Helyanus diduga dibunuh oleh Tentara Organiasi Papua Merdeka (OPM). Foto pemuda di Kabupaten Dogiyai yang diduga berstatus pelajar bernama Nopison Tebay (17) tewas tertembak aparat Polres Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Minggu (10/5/2026).


TRIBUNNEWS.COM YAHUKIMO - Helyanus Mendine, seorang penambang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan tewas, Senin (18/5/2026). Helyanus diduga dibunuh oleh Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Mengutip Tribun Papua Tengah, awalnya 3 penambang masing-masing Helyanus (korban), Steven, dan Yonggi telah selesai melaksanakan menambang di wilayah Kali Fis.

Baca juga: Remaja 17 Tahun yang Tewas Ditembak Aparat, OPM atau Pelajar? Beda Klaim Polisi dan Pihak Sekolah

Saat itu Steven dan Yonggi masuk ke dalam pondok untuk melaksanakan istirahat.

Sementara Helyanus (korban) masih di luar pondok untuk membetulkan mesin alkon.

Tiba-tiba datang 2 orang tidak dikenal dan bersalaman langsung dengan Helyanus.

 

 

Tak lama kemudian Steven dan Yonggi keluar dari pondok.

Keduanya melihat Helyanus sudah tergeletak tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.

Steven dan Yonggi langsung lari mengamankan diri sekaligus mencari pertolongan ke kelompok penambang lain.

Menurut data dihimpun, kejadian pembunuhan terhadap korban diduga kuat dilakukan oleh kelompok TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

Kelompok ini diketahui aktif melakukan gangguan keamanan di wilayah tambang emas Kabupaten Yahukimo.

Motif pembunuhan diperkirakan berkaitan dengan upaya penguasaan wilayah tambang emas Kali Fis, termasuk sebagai bentuk penegasan eksistensi kelompok bersenjata terhadap kelompok penambang maupun pihak lain beraktivitas di wilayah tersebut.

Modus pelaku yang datang secara langsung menemui korban sebelum melakukan pembunuhan menunjukkan bahwa pelaku telah mengetahui keberadaan korban dan situasi di lokasi tambang, sehingga diduga aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.

Kondisi keamanan di wilayah tambang Kali Fis saat ini dinilai masih rawan karena minimnya pengawasan serta banyaknya aktivitas masyarakat pendatang dari berbagai daerah berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok bersenjata untuk melakukan aksi kriminal maupun intimidasi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini