Nawawi dalam kesempatannya juga membongkar sosok dari Ashari.
Ia menyebut tersangka jarang keluar pondak dan menemui masyarakat sekitar.
"Kiai ini tertutup banget dengan masyarakat. Bahkan aslinya masyarakat juga tidak suka adanya beliau ini," tegasnya.
Terakhir, Nawawi berharap kasus Ashari, kiai cabul asal Pati segera selesai.
Tersangka dapat dihukum seberat-beratnya dan memberikan rasa keadilan untuk para korban.
"Inginnya tersangka ini dihukum seberat-beratnya sesuai kelakuannya," tutup Nawai.
Pelecehan Terjadi Tahun 2013
Burhanuddin selaku penasihat hukum korban mengungkapkan bahwa pelapor kali ini merupakan pengikut lama Ashari pada periode 2013-2014.
Saat kejadian berlangsung selama kurang lebih satu tahun tersebut, korban sebenarnya sudah berusia dewasa namun tidak berani melapor karena berada di bawah tekanan tersangka.
Mengenai modus operandi, Burhanuddin menyebut adanya pola yang konsisten berupa penerapan doktrin kepatuhan yang ketat.
"Doktrin kepatuhan terhadap guru itu memang selalu diterapkan terhadap hampir semua pengikutnya," jelasnya.
Hingga saat ini, korban masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian dengan pengawalan dari tim advokasi Aspirasi yang melibatkan lebih dari 20 pengacara.
Baca juga: Kasus Pencabulan Santri Ponpes Pati, Polisi: Keluarga Ashari Belum Terbuka, Tak Mengakui
Pelapor Diperiksa
Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro, menyatakan bahwa saat ini tim penyidik sedang melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelapor baru tersebut.
"Jadi ada tambahan satu lagi korban yang mengadu ke Polresta Pati. Tim penyidik Polresta Pati saat ini sudah melakukan proses pemeriksaan terhadap korban," ujarnya.
AKP Iswantoro menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan rincian peristiwa yang dialami oleh korban.
Ia menegaskan bahwa detail mengenai kapan peristiwa itu terjadi dan kronologinya masih didalami oleh penyidik.
Baca tanpa iklan