TRIBUNNEWS.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah dan mulai berdampak hingga ke pelaku usaha di desa-desa.
Mengutip laman Bank Mandiri, per hari ini, Rabu (20/5/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mencapai Rp17.750.
Dampak naiknya rumah juga sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan kini mulai berdampak ke masyarakat.
Seorang pelaku usaha bengkel Cahaya Motor Blora, Andika Putra Wijaya mengatakan, anjloknya Rupiah ini berdampak pada kenaikan harga oli, ban, hingga onderdil sepeda motor.
Bahkan ia mengatakan, kenaikan tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir.
Kepada TribunJateng.com, ia menuturkan kenaikan tersebut karena barang dagangannya adalah barang impor.
"Semua barang besi-besi, barang cairan dari minyak semua naik. Bahan oli, logam-logam naik semua karena minyak bumi naik," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Kenaikannya beragam, mulai dari 10 hingga 30 persen.
Produk oli dan onderdil motor, lanjut Andika, menjadi barang dengan lonjakan tertinggi.
"Kenaikan sampai 20 persen, 25 persen bahkan ada yang 30 persen. Kalau ban itu naiknya 10 persen," katanya.
Ia menuturkan, bengkelnya menjual oli, ban motor, dan onderdil motor.
Baca juga: PDIP: Pernyataan Prabowo soal Rakyat Desa Tak Pakai Dollar Tidak Tepat
Hampir semua produk yang dijualnya tersebut mengalami kenaikan harga.
"Kalau ban mungkin sekitar 10 persen, tapi rata-rata barang lain naik 20 sampai 30 persen," terangnya.
Atas kenaikan harga tersebut berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.
Dalam beberapa waktu terakhir, pelanggan yang datang ke tokonya turun drastis.
Baca tanpa iklan