News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengintip Layanan Pengurusan Paspor Kolektif di Toraja Utara, Hanya Dibuka Sebulan Sekali

Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IMIGRASI - Situasi pelayanan pengurusan paspor kolektif yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo, di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026). (Ibriza/Tribunnews)

TRIBUNNEWS.COM, TORAJA UTARA - Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, tampak ramai, pada Rabu (20/5/2026).

Pelayanan Pengurusan Paspor Kolektif di Toraja Utara

Pantauan wartawan Tribunnews.com, Ibriza Fasti Ifhami, di lokasi sekira pukul 12.00 WIB, puluhan lebih warga mengantre untuk mengurus paspor melalui Layanan Urus Paspor Kolektif yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo.

Setiap warga yang hendak melakukan pengurusan paspor terlihat membawa dokumen-dokumen yang diperlukan.

Para warga yang sudah mengantre akan diarahkan ke satu dari sekitar lima booth atau gerai customer service dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Palopo.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan Friece Sumolang bersama Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Brach Silambi dan masing-masing jajarannya hadir di lokasi untuk meninjau situasi pelayanan itu.

Friece Sumolang mengatakan, pelayanan ini merupakan bagian dari program Eazy Passport dari Ditjen Imigrasi.

Menurutnya, upaya jemput bola ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pembuatan paspor.

Selain itu, hal ini juga bagian dari upaya meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"Eazy Passport ini bagian juga kami untuk meningkatkan PNBP kami. Ya, PNBP kami. Targetnya kami kan tahun ini dinaikkan ya, naik 10 persen dari tahun lalu gitu ya. Nah, mungkin itu sekitar Rp 9 sampai Rp 10 triliun gitu ya," kata Friece, kepada wartawan di lokasi, Rabu.

"Nah, kami ini berusaha untuk turun seperti ini, ya juga ada selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat tentu ada ya, korelasinya dengan juga PNBP-nya," tambah dia.

Friece mengungkapkan, Kabupaten Bone memiliki animo pembuatan paspor tertinggi di wilayah Sulawesi Selatan.

Namun demikian, lanjutnya, untuk Kabupaten Toraja Utara sendiri, tidak sedikit masyarakat yang hendak mengurus paspor, diantara untuk keperluan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) dan pariwisata.

"Kalau di Sulawesi Selatan terkait dengan paspor ya, animo paspor itu kita melihat Kabupaten Bone. Itu itu paling tinggi itu, karena di situ ada banyak masyarakat yang mengurus umrah," jelasnya.

"Kalau Toraja ini memang selain pariwisata yang disampaikan oleh Pak Wakil Bupati, juga ada pekerja migran Indonesia yang bekerja di kapal-kapal pesiar. Kemudian juga ada yang ke Malaysia ya, PMI," lanjutnya.

Lebih lanjut, Friece mengatakan, pelayanan pembuatan paspor kolektif di Kabupaten Toraja Utara ini digelar setiap satu bulan sekali dengan kuota yang disediakan sebanyak 50 pemohon paspor.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini