"Banjir bandang itu menerjang lima desa di Kecamatan Biau, yakni Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto. Warga sebanyak 529 KK dan akses jalan desa terdampak," kata Abdul Muhari.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga mengganggu akses jalan desa yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.
Sebagai langkah penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara langsung menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu warga terdampak.
Petugas juga membantu memindahkan barang-barang berharga milik warga ke lokasi yang lebih aman guna mengurangi risiko kerugian lebih besar.
Meski menyebabkan kerusakan dan kepanikan, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut.
BNPB menyebut kondisi banjir mulai berangsur surut seiring menurunnya intensitas hujan di wilayah tersebut. Namun petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
"Tidak ada laporan korban yang mengungsi dari kejadian ini. Adapun kondisi terkini, air mulai surut seiring curah hujan yang mulai menurun, namun petugas tetap disiagakan untuk antisipasi banjir susulan," jelasnya.
Lokasi terdampak banjir berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Gorontalo Utara di Kecamatan Kwandang. Waktu tempuh menuju lokasi bencana diperkirakan mencapai tiga jam perjalanan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat.
Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca, membersihkan saluran air, memangkas ranting pohon yang rapuh, serta menyiapkan perlengkapan darurat sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana susulan.
Artikel ini telah tayang di Tribungorontalo.com dengan judul Identitas Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Desa Muara Bone Gorontalo
Baca tanpa iklan