Ia pun mendorong dilakukan rekaman geofisika untuk melihat kondisi bawah permukaan tanah, seberapa besar reservoir (tempat penyimpanan) gas, luasan, hingga tebal tanah. Upaya tersebut juga menjadi mitigasi agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
“Kalau kemungkinan (terjadi di wilayah yang sama), itu serba kemungkinan. Cuma kita tidak tahu kapan. Jadi gas itu ters bermigrasi. Maka saran kami kalau memang harus lebih rindi dilakukan rekaman geofisika,” imbuhnya.
Baca juga: Api Misterius Muncul Berpindah-pindah di Rumah Sleman DIY, Ahli Geologi Ungkap Sejumlah Kejanggalan
(Tribunnews/Febri/Tribun Jogja/Singgih Wahyu)
Baca tanpa iklan