"Dalam hal ini DPRD Sulsel akan memberikan rekomendasi," tegasnya.
Kesbangpol Sebut Seleksi Sudah Sesuai Aturan
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel, Bustanul Arifin mengatakan seleksi Paskibraka telah berjalan sesuai aturan.
Kesbangpol di tingkat daerah sendiri berfungsi sebagai koordinator utama dan panitia pelaksana seleksi Paskibraka yang nantinya akan dikirimkan ke tingkat nasional.
Bustanul Arifin membantah adanya kecurangan atau diskriminasi dalam penentuan peserta.
"Dari awal kami pastikan pelaksanaan seleksi utusan kabupaten/kota ke provinsi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada titipan, apalagi diskriminasi rasial," Kata Bustanul Arifin, dikutip dari Tribun-Timur.com.
Diketahui, seleksi Paskibraka 2026 tingkat provinsi dinilai dari hasil TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensi Umum), kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), keterampilan, dan kepribadian peserta.
Ia menuturkan, penilaian tersebut dilakukan langsung oleh tim seleksi pusat yang terdiri dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).
Bustanul juga menampik adanya isu diskriminasi etnis dalam perekrutan Paskibraka.
"Yang agak lucu kenapa yang dipersoalkan adalah utusan kota Makassar yang kebetulan etnis Tionghoa. Padahal Kota Makassar mengirim tiga utusan putri, dan dari hasil seleksi utusan putri dari Makassar, utusan yang lain lebih tinggi (nilainya) dari utusan dimaksud (Cathlyn), harusnya yang lebih tinggi nilainya itu yg diperjuangkan."
"Tidak ada menganulir sepihak atau penggantian, logikanya kalau ada anggapan menganulir pengumuman atau ada penggantian, harusnya ada pengumuman awal dan diganti dengan pengumuman baru, tunjukkan ke saya mana pengumuman yang dianulir atau diganti tersebut," pungkasnya.
Baca juga: Siapa Cathlyn Yvaine Lesmana? Calon Paskibraka Viral asal Makassar yang Dicoret Meski Lolos Seleksi
Nasib Cathlyn Yvaine usai Viral
Usai dicoret, kini Cathlyn dikabarkan mendapatkan beasiswa S1 dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).
Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan INTI, Hardy Stefanus membenarkan hal tersebut.
Selain Cathlyn, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada Meivylicha Putri Aurelia Kamal, yang sebelumnya juga bersama agar bisa menembus Paskibraka nasional.
Hardy tidak ingin kegagalan menjadi pematah semangat keduanya.
Baca juga: Pencoretan Cathlyn dari Seleksi Paskibraka Sulsel Tuai Polemik, Pakar Soroti Transparansi
Baca tanpa iklan