TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK TENGAH - Sahid Al Hudri (13), seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Rusydah, Desa Mantang, Lombok Tengah akhirnya angkat bicara atas kasus perundungan yang menimpanya
Sahid, anak kedua dari pasangan Rum dan Harimah, kini harus menanggung derita akibat luka bakar 80 persen yang menyelimuti tubuhnya setelah diduga sengaja dibakar di dalam ruangan yang terkunci.
Saat ditemui Tribun Lombok, Sahid terlihat duduk dengan muka murung.
Nampak luka bakar disekujur tubuhnya ditutupi oleh kain.
Sengaja Dibakar
Berdasarkan kesaksian Sahid, peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat ia dan teman-temannya disuruh masuk ke dalam sebuah ruangan.
Di dalam ruangan tersebut, seorang kakak kelas telah menyiapkan bensin dan menyiramkannya
Sahid menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah sebuah kecelakaan atau permainan.
Baca juga: Kasus Bullying Berujung 3 Santri Dibakar, Orang Tua Laporkan Ponpes ke Polres Lombok Tengah
Saat ditanya apakah pelaku melakukannya karena main-main, Sahid menjawab dengan tegas, “sengaja,” ucapnya Kamis (4/6/2026) sembari menunduk.
Sahid menceritakan bahwa pintu ruangan tersebut ditutup dengan keras hingga sulit dibuka, memerangkap dirinya bersama dua teman lainnya di dalam api yang mulai berkobar.
“Terjebak kami bertiga, orang yang ngebakar bisa dia keluar,” kata Sahid.
Salah satu dari rekan Sahid dikabarkan telah meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya.
Dipicu Dendam
Aksi keji ini diduga dipicu oleh rasa dendam pelaku.
Baca tanpa iklan