TRIBUNNEWS.COM - Sudah lebih dari 20 hari rumah Agusyani di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta kena "teror" api.
Sejak 23 Mei 2026 lalu, api tiba-tiba muncul dan membakar barang-barang milik Agusyani.
Sejumlah pihak pun turun tangan untuk mencari penyebab api yang tiba-tiba muncul tersebut, salah satunya peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Pihak UGM telah melakukan penelitian dan menemukan diduga penyebab api muncul tiba-tiba.
Dari hasil investigasi Tim Pusat Kajian Pengelolaan Energi (PKPE) Teknik Geologi UGM, sumber api bukan dari kebocoran gas dari bawah tanah yang dulu sempat diduga jadi penyebab.
Mengutip TribunJogja.com, api diduga muncul dari reaksi kimia material solvent (pelarut) dan resin polivinil klorida (PVC) di area rumah korban.
Sarju Winardi selaku anggota tim peneliti dari UGM mengatakan, interaksi dari dua bahan kimia tersebut bisa menciptakan kondisi lingkungan yang mudah terbakar.
Meski tersebut, kedua zat tersebut tak bisa menjadi api dengan sendirinya tanpa adanya stimulus atau yang memantik dari luar.
"Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia (resin PVC) nggak akan terbakar,"
"Nah, pemantiknya apa? Ini akan ditindaklanjuti oleh tim yang lain di BPBD. Kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa,” ujar Sarju, Minggu (14/6/2026).
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan.
Baca juga: Teror Api Warga Sleman Masih Berlanjut, BPBD Tunggu Keputusan Ahli untuk Tetapkan Status
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro berujar, pihaknya tak ingin bertumpu hanya pada satu hasil kasijan saja.
Ia memilih untuk menunggu kajian dari ahli lainnya seperti dari lembaga riset nasional lainnya, termasuk UPN Veteran Yogyakarta, hingga BRIN.
"Setelah UGM rilis hasilnya, baru kami simpulkan. Kami masih menunggu rekomendasi dari instansi yang lain," kata Bambang.
Pihak BPBD juga tak memberikan target waktu bagi para ahli untuk melakukan penelitian.
Baca tanpa iklan