News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

Misteri Teror Api di Sleman, UGM Temukan Diduga Penyebab, BPBD Tunggu Hasil Ahli Lain

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEROR API DI SLEMAN - Kondisi rumah di Seyegan Sleman yang masih terus mendapat teror api. UGM mengungkap dugaan penyebab api misterius yang lebih dari 20 hari muncul di rumah warga Sleman. BPBD masih menunggu kajian lanjutan.

Ringkasan Berita:

  • Api misterius telah muncul dan membakar barang-barang di rumah warga Sleman.
  • Tim peneliti UGM menyimpulkan sumber api diduga bukan berasal dari kebocoran gas bawah tanah.
  • Api diduga berkaitan dengan reaksi kimia antara material solvent dan resin PVC yang menciptakan lingkungan mudah terbakar.
  • BPBD Sleman belum mengambil kesimpulan final dan masih menunggu hasil kajian dari lembaga lain, termasuk BRIN dan UPN Veteran Yogyakarta.

TRIBUNNEWS.COM - Sudah lebih dari 20 hari rumah Agusyani di Kalurahan Margomulyo, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta kena "teror" api.

Sejak 23 Mei 2026 lalu, api tiba-tiba muncul dan membakar barang-barang milik Agusyani.

Sejumlah pihak pun turun tangan untuk mencari penyebab api yang tiba-tiba muncul tersebut, salah satunya peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pihak UGM telah melakukan penelitian dan menemukan diduga penyebab api muncul tiba-tiba.

Dari hasil investigasi Tim Pusat Kajian Pengelolaan Energi (PKPE) Teknik Geologi UGM, sumber api bukan dari kebocoran gas dari bawah tanah yang dulu sempat diduga jadi penyebab.

Mengutip TribunJogja.com, api diduga muncul dari reaksi kimia material solvent (pelarut) dan resin polivinil klorida (PVC) di area rumah korban.

Sarju Winardi selaku anggota tim peneliti dari UGM mengatakan, interaksi dari dua bahan kimia tersebut bisa menciptakan kondisi lingkungan yang mudah terbakar.

Meski tersebut, kedua zat tersebut tak bisa menjadi api dengan sendirinya tanpa adanya stimulus atau yang memantik dari luar.

"Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia (resin PVC) nggak akan terbakar,"

"Nah, pemantiknya apa? Ini akan ditindaklanjuti oleh tim yang lain di BPBD. Kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa,” ujar Sarju, Minggu (14/6/2026).

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman tak mau terburu-buru mengambil kesimpulan.

Baca juga: Teror Api Warga Sleman Masih Berlanjut, BPBD Tunggu Keputusan Ahli untuk Tetapkan Status

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro berujar, pihaknya tak ingin bertumpu hanya pada satu hasil kasijan saja.

Ia memilih untuk menunggu kajian dari ahli lainnya seperti dari lembaga riset nasional lainnya, termasuk UPN Veteran Yogyakarta, hingga BRIN.

"Setelah UGM rilis hasilnya, baru kami simpulkan. Kami masih menunggu rekomendasi dari instansi yang lain," kata Bambang.

Pihak BPBD juga tak memberikan target waktu bagi para ahli untuk melakukan penelitian.

API MISTERIUS - Rumah di Sleman 44 kali terbakar dalam sepekan, diduga akibat kebocoran gas metana bawah tanah, BPBD dan tim ahli turun tangan. (HO/IST)

"Tergantung dari beliau-beliau (para peneliti), cepat oke, lambat oke. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bentrokan spekulasi yang membingungkan masyarakat," pungkasnya.

BPBD Pertimbangkan Status Kedaruratan

Sebelumnya, BPBD Sleman tengah mempertimbangkan status kedaruratannya.

Bambang Kuntoro, penetapan status tersebut akan dikeluarkan apabila para ahli sudah mengeluarkan hasil kajian ilmiah.

"Status tanggap darurat khusus masih menunggu kajian ilmiah para ahli, karena sekarang belum semua observasi rampung," ujar Bambang, dikutip dari TribunJogja.com.

Meski begitu, intensitas munculnya api saat ini sudah makin berkurang.

Dalam satu hari yang biasanya bisa berkali-kali muncul, akhir-akhir ini hanya satu hingga tiga kali saja.

BPBD Pasang CCTV dengan Sensor Gerak

Pihak BPBD Sleman memasang kamera CCTV yang dilengkapi dengan sensor gerak di rumah korban.

Bambang Kuntoro mengatakan, pemasangan ini dilakukan karena belum adanya saksi mata yang melihat secara langsung detik-detik awal munculnya letupan api yang membakar barang-barang di rumah Agusyani.

"Kami ingin melihat seperti apa toh asal muasal munculnya api itu,"

"Karena belum pernah ada yang melihat secara langsung proses dari terjadinya kemunculan api hingga menyebabkan kebakaran di beberapa spot itu, sehingga (dengan memasang CCTV) kami bisa mendapatkan 'oh ternyata begini prosesnya'," ujar Bambang, Senin (8/6/2026). 

Rekaman tersebut nantinya akan diberikan ke tim ahli untuk dianalisis.

Baca juga: Teror Api Warga Sleman Masih Berlanjut, BPBD Tunggu Keputusan Ahli untuk Tetapkan Status

Data visual tersebut tak hanya jadi dokumentasi, namun juga sebagai bukti tambahan untuk penelitian.

Selain itu, CCTV juga dipasang untuk meningkatkan keamanan rumah Agusyani karena banyak orang yang datang ke rumah korban.

"Ketika rumah yang terdampak Bu Fia (Agusyani) ini sering dimasuki orang, kalau ada apa-apa kehilangan, atau apa, yang tidak pas bisa termonitor,"

"Termasuk tamu-tamunya siapa saja yang datang bisa termonitor,"

"Dari BRIN, dari UGM semua bisa termonitor," urai Bambang, dikutip dari TribunJogja.com.

BPBD Sleman pun berharap, pemasangan ini bisa menangkap aktivitas anomali atau perubahan termal sekecil apapun.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Misteri Pemantik Api di Seyegan: UGM Temukan Bahan Mudah Terbakar, BPBD Sleman Masih 'Wait and See'

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJogja.com, OSE/Ahmad Syarifudin)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini