Ashim Malhotra dari Pacific University di Oregon mengatakan, studi dalam bidang ini amat jarang padahal punya manfaat.
"Penting untuk memahami apa yang terjadi pada organ setelah manusia mati, terutama kalau kita berniat memakai organnya," ujarnya.
"Pendekatan tim studi dengan mengukur aktivitas gen ini bisa menjadi alat untuk mengukur kualitas organ donor," imbuhnya.
Studi seperti ini bermanfaat pula bagi bidang forensik.
"Inti dari studi ini adalah kita bisa mendapatkan informasi tentang kehidupan dengan mempelajari kematian," kata Noble.
KOMPAS.com/ Yunanto Wiji Utomo
Baca tanpa iklan