Penelitian radar itu mendapat apresiasi dari Profesor Studi Serangga di Universitas Agrikultural China, Liu Xingyue. Liu menuturkan, teknologi itu bisa membantu mengontrol pertumbuhan nyamuk, maupun serangga yang dianggap menjadi hama.
Adapun menurut Yi Zhenyuan, Wakil Direktur Departemen Teknik di Institut Teknologi Harbi, terdapat satu tantangan yang harus dipecahkan peneliti.
Yakni faktor lingkungan. Dia menjelaskan, karena gelombang pendeteksi nyamuk cenderung lemah, dikhawatirkan bakal kalah oleh keributan di lingkungan tempat radar itu dipasang.
"Selain itu, struktur sayap nyamuk berbeda dengan pesawat siluman seperti F-22 milik AS. Dibutuhkan algoritma baru untuk mengimbanginya," beber Yi.
Baca tanpa iklan