TRIBUNNEWS.COMÂ - Hujan meteor Quadrantid menjadi fenomena astronomis pertama di tahun 2022.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkapkan, hujan meteor Quadrantid mencapai puncaknya pada Selasa (4/1/2022).
Dikutip dari laman LAPAN, hujan meteor tersebut berasal dari sisa debu asteroid 2003 EH1 dan komet C/1490 Y1.
Hujan meteor Quadrantid dapat dilihat dari arah Timur Laut pada pukul 04.00 WIB hingga 25 menit sebelum terbitnya Matahari.
LAPAN menyebut, di titik ini, hujan meteor Quadrantid turun dengan intensitas 200 meteor per jam.
Baca juga: BNPB: Bencana di Indonesia Pada 2021 Turun 33,5 Persen
Akan tetapi, karena ketinggian hujan meteor ini berbeda dari Sabang sampai Pulau Rote, maka intensitasnya pun bisa berbeda.
Dilansir Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN, intensitas puncak hujan meteor Quadrantid berkisar antara :
Sabang (35,8 derajat): 117 meteor/jam
Pulau Rote (16,3 derajat): 56 meteor/jam
Tanpa cahaya Bulan, fenomena ini dapat dinikmati tanpa bantuan.
Hujan meteor Quadrantid dapat dilihat saat langit cerah dan bebas polusi cahaya, serta medan padang bebas halangan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG, Minggu 2 Januari 2022: 7 Kota Berpotensi Alami Hujan Petir
Fenomena Astronomis 2022
Berikut fenomena astronomis lainnya yang akan terjadi sepanjang tahun 2022:
Puncak Konjungsi Mars-Saturnus (5 April 2022)
Awal Ramadan 1443 Hijriah disambut oleh konjungsi Mars-Saturnus yang dapat disaksikan dari arah Timur saat bersantap sahur pukul 03.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.
Baca tanpa iklan