News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Misi Artemis 1 NASA Meluncur 3 September 2022 untuk Menjelajah Bulan

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pesawat ruang angkasa Orion, roket Space Launch System (SLS) dan sistem darat di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, Senin (29/8/2022).

TRIBUNNEWS.COM - Misi Artemis 1 NASA adalah penerbangan uji untuk meluncurkan roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa NASA dan pesawat ruang angkasa Orion yang tidak berawak di sekitar Bulan.

NASA akan meluncurkan Artemis 1 ini pada Sabtu (3/9/2022).

Sebelumnya proyek Artemis 1 akan diluncurkan pada Senin (29/8/2022), namun ditunda karena satu dari empat mesin mengalami masalah.

Mesin itu adalah mesin RS-25 di bagian bawah tahap inti roket yang gagal mencapai kisaran suhu yang tepat untuk lepas landas.

Nantinya, melalui misi Artemis ini, NASA akan mendaratkan astronot wanita pertama di Bulan, dikutip dari NASA.

Proyek ini membuka jalan bagi kehadiran bulan jangka panjang dan berfungsi sebagai batu loncatan dalam perjalanan ke Mars.

Baca juga: Artemis: Nasa tunda peluncuran roket era eksplorasi Bulan, misi dengan astronot perempuan

Artemis I sebelumnya bernama Exploration Mission-1.

Tujuan operasi utama dari misi Artemis 1 adalah untuk memastikan entri modul kru yang aman, keturunan, splashdown, dan pemulihan.

Selain mengirim pesawat Orion dalam perjalanannya mengelilingi Bulan, SLS akan membawa 10 satelit kecil yang akan melakukan penyelidikan sains dan teknologi mereka sendiri.

Tahap Misi Artemis 1 NASA

Roket bulan tak berawak Artemis I berada di landasan peluncuran. (Gregg Newton/AFP) (Gregg Newton/AFP)

1. Meninggalkan Bumi

SLS dan Orion akan diluncurkan dari Launch Complex 39B di pelabuhan antariksa modern NASA di Kennedy Space Center di Florida, dikutip dari NASA.

Roket SLS dirancang untuk misi di luar orbit rendah Bumi yang membawa awak atau kargo ke Bulan.

Roket ini akan menghasilkan daya dorong 8,8 juta pon selama lepas landas dan loteng kendaraan dengan berat hampir enam juta pon ke orbit.

Selain itu, roket ini akan mencapai periode kekuatan atmosfer terbesar dalam waktu sembilan puluh detik.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini