Mars menarik bagi ilmuwan karena dua hal: kondisi sekarang yang keras, dan kemungkinan bahwa dahulu planet ini jauh lebih layak huni.
Miliaran tahun lalu, Mars mungkin memiliki atmosfer lebih tebal, suhu lebih hangat, dan air cair dalam jumlah besar. Jika benar, maka Mars pernah jauh lebih mendukung kehidupan.
Gagasan ini menjadi inti misi NASA Perseverance.
Mencari Jejak Masa Lalu
Salah satu tujuan rover Perseverance adalah mencari tanda kehidupan purba di Mars. Bukan makhluk besar, melainkan mikroorganisme yang mungkin tersimpan dalam batuan.
Rover ini meneliti batuan untuk mencari jejak fosil mikroba. Prosesnya lambat dan penuh kehati-hatian, karena Mars tidak mudah memberikan jawabannya.
Gambar yang dikirim menunjukkan dunia yang tandus dan kosong. Namun di balik itu, mungkin tersimpan catatan tentang masa lalu yang sangat berbeda.
Membuat Oksigen di Mars
Salah satu instrumen Perseverance adalah MOXIE, alat yang dirancang untuk mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.
Ide ini sangat penting: menggunakan gas paling melimpah di Mars untuk mengatasi masalah terbesarnya.
Jika berhasil, astronaut di masa depan bisa memproduksi oksigen sendiri, termasuk untuk bahan bakar roket pulang ke Bumi. Ini akan mengurangi beban yang harus dibawa dari Bumi.
Namun, meskipun oksigen bisa diproduksi, Mars tetap tidak nyaman. Astronaut tetap membutuhkan baju antariksa karena kondisi ekstrem tidak berubah.
NASA saat ini mengembangkan teknologi untuk misi manusia ke Mars, yang diperkirakan bisa terjadi pada akhir 2030-an.
Mars tetap menjadi tempat yang keras dan jauh, tetapi setiap misi membawa manusia selangkah lebih dekat untuk suatu hari bisa mengunjunginya dan bertahan hidup—dengan bantuan teknologi dan perencanaan yang matang.
Baca tanpa iklan