Turbulensi atau pusaran angin yang membentuk awan tersebut menyebabkan suhu di puncak gunung menjadi sangat dingin.
Hal ini berbahaya bagi para pendaki karena dapat menyebabkan hypothermia.
Hypothermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
Gejala hypothermia ringan ditandai dengan penderita berbicara melantur, detak jantung melemah, tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas.
Pada penderita hypothermia moderat, detak jantung dan respirasi melemah hingga hanya 3-4 kali bernapas dalam satu menit.
Semenatara di tingkat yang lebih parah, penderita tidak sadar diri, badan menjadi sangat kaku, pernapasan sangat lambat hingga kehilangan panas tubuh.
(Tribunnews.com/Fathul Amanah)
Baca tanpa iklan