"Karena ini sangat merusak demokrasi kalau seperti ini terus," kata Johnny saat dihubungi, Jumat (1/2/2019).
Johnny mengatakan, perilaku Ratna yang berbohong bahwa dirinya dianiaya orang tidak dikenal sangat merusak demokrasi.
Menurut dia, berita bohong itu tidak akan tersebar luas kepada publik apabila tidak digoreng oleh kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sebab, Ratna sendiri tak pernah menyatakan kepada publik bahwa ia dianiaya.
"Persoalannya, bukan Ratna pribadi, ini hoaks politik menggunakan Ratna dan melibatkan paslon lain," kata Johnny.
(Tribunnews.com / Bunga)
Baca tanpa iklan