Laporan Wartawan Tribunnews, Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ribuan thrasher meluapkan ekspresinya di Lapangan D, Senayan, Jakarta. Hasratnya membuncah.
Mereka mengangkat tangan kanan dan mengepalkan jari-jarinya secara kolektif sembari berteriak lantang oi, oi, oi, menggenjot semangatnya di ujung malam. Sepultura membawa mereka bernostalgia ke masa silam.
Raungan distorsi gitar Andreas Kisser membahana, gebukan drum Eloy Casgrande, cabikan bas milik Paulo, seruan vokal Derrick Greenn menyatu dalam komposisi lawas "Beneath The Remains".
Komposisi tersebut merupakan bagian dari album studio dengan judul serupa rilisan 1989. Ribuan thrasher tak asing lagi mendengarnya. Kaki mereka menghentak, kepala diangguk-anggukkan dalam tempo cepat.
"Refuse/resist" dari album "Chaos A.D", menjadi komposisi lawas berikutnya. Thrasher semakin menggila. Andreas Cs seperti memahami keinginan ribuan thrasher Indonesia sangat merindukan mereka membawa komposisi lama, saat Max dan Igor masih berada di band itu.
Andreas Cs sempat memainkan komposisi "Relentless", "Dialog", "Kairos" dan "Mask" di album barunya "Kairos". Namun, kurang mendapatkan sambutan mengingat album rilisan 2011 itu masih asing di telinga.
"Kalian mau lagu lama?" seru Derrick. Andreas memainkan sepenggal lagu lama yang kemudian disambut dengan pekikan kolektif para thrasher. Komposisi lama dari album "Roots" dimainkan. Sebut saja, "Territori, Inner Self. Ribuan thrasher ikut bernyanyi dalam alunan musik cadas tersebut.
Andreas bernostalgia. Masih hangat dalam ingatannya kenangan saat Sepultura mengadakan pertunjukannya 20 tahun silam di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Sepultura dengan format Max Cavalera (vokal/gitar), Igor Cavalera (drum), Andreas Kisser (gitar), dan Paulo Jr (bas), benar-benar luar biasa. Puluhan ribu orang memadati stadion itu.
Harus diakui Sepultura pada era itu, sedang berada di puncak kejayaannya. Mereka bertransformasi menjadi raksasa di kancah musik thrash dunia. Kedatangan mereka disambut layaknya superstar. Bayangkan, dari bandara, para thrasher sudah menunggu. Jalan-jalan menuju arah bandara macet.
"Halo Indonesia! Aku cinta Indonesia. Wow bahasa Indonesia saya lumayan bagus.
Kita dulu pernah ke sini 20 tahun silam. Dan kita sangat senang sekali bisa berada di sini lagi," sapa Andreas lantang.
Komposisi lawas dalam pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari tersebut, menjadi andalan untuk menghidupkan kembali kejayaan Sepultura di masa silam. Ribuan thrasher memang sangat menginginkannya.
"Kalian yang berada di sini menjadi bagian dari "Sepulnation"," seru Derrick. Komposisi "Sepulnation" membahana. Kemudian disusul "Escape" dari album "Schizophrenia", "Subtraction", "Orgamastron", dan yang menjadi puncaknya "Arise".
Ribuan thrasher enggan beranjak dari tempatnya. Mereka belum puas bernostalgia bersama idolanya. Mereka kembali ke panggung. Pada bagian encore Andreas Cs memainkan "Ratamahatta" dan "Roots".
Baca Artikel Menarik Lainnya
Baca tanpa iklan