TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Grup girlband Sunni bisa dibilang kurang beruntung. Berstatus juara, punya karakter unik dan layak jual. Tapi tetap sepi order di panggung televisi.
Masih ingat Sunni? Mereka menghebohkan ajang Boys and Girl Band Indonesia (BGBI) di layar kaca SCTV. Gadis-gadis dari Sidayu, kecamatan di pinggiran Kabupaten Gresik ini sempat menyita perhatian publik.
Inilah girlband pertama di Indonesia yang semua personelnya mengenakan jilbab.. Lewat layar SCTV membuktikan mengubah citra rasa jilbab. Pakaian yang selama identik dengan musisi hadrah mereka sulap menjadi busana panggung yang lebih wah.
Kesan modis berhasil mereka munculkan dalam balutan busana muslim. Kesan glamour juga tidak ketinggalan. Inilah kesan khas girlband ala Korea yang tengah digandrungi banyak remaja tanggung.
Dengan keunikan itu, Sunni pun melenggang sebagai juara BGBI. Banyak yang mengira, Sunni tak akan kesulitan meraih sukses.
Tapi, kenyataan ternyata tak seindah cerita sukses mereka di panggung BGBI. Alih-alih menandingi CheryBelle dan 7 Icon, dua girlband tersukses di tanah air. Setelah gelaran BGBI usai, Sunni jutru hilang bak ditelan bumi.
Jalan sunyi ini bermula dari keputusan para personil Sunni memilih pulang kampung. Mereka tidak mau berlama-lama di Ibu Kota, yang merupakan pusat mata kamera.
Mereka memilih back to school dari tancap gas di panggung hiburan. Maklum semua personil masih menyandang status pelajar. Tepatnya pelajar SMA-1 Sidayu, Gresik.
Jarak kampung mereka dengan Jakarta terlalu jauh. Jangankan dengan Jakarta, dengan Surabaya saja, butuh waktu sekitar dua jam.
Perjalanan dari Surabaya, melewati Kota Gresik, terus ke utara hingga sejauh kurang lebih 35 kilometer.
Tinggal di kampung membuat mereka jauh dari mata kamera. Walhasil, hanya tampil dua kali di layar televisi nasional dalam rentang setahun. Jelas tak cukup menjaga popularitas mereka.
"Setelah BGBI selesai, kami hanya tampil dua kali di SCTV. Itupun karena acaranya syuting di Surabaya. Tidak pernah ada undangan tampil di Jakarta," sebut Mimmatul Maratis Suroiya, alias Oya, salah satu personel Sunni, yang ditemui di kediamannya di Desa Randuboto, Sidayu. (ab)