Novel ini, lanjut Wenny, lahir dari kegelisahannya yang sulit membedakan orang baik dan buruk. "Semua abu-abu," ucapnya. Ia beranggapan demikian, ketika menyaksikan pemberitaan televisi, membaca koran, dan menelusuri situs berita di internet.
"Uang dan kekuasaan jadi berhala nomor satu. Untuk mendapatkannya, orang-orang rela melakukan apapun. Saya sendiri tidak tahu persis berapa jumlah pejabat yang ditangkap akibat jerat kasus korupsi. Mereka jadi bulan-bulanan kekuasaan, seks, dan uang," ucapnya.
Namun, ia sangat percaya dan optimis Indonesia suatu saat nanti mampu menyelesaikan masalahnya, sehingga menjadi negara yang diperhitungkan di dunia dengan segenap potensi dan sumber dayanya.
Baca tanpa iklan