Tapi Vino mengatakan, Ragil yang diperankannya adalah pendiam dan tak banyak bicara.
Ifa kerap berpesan agar Vino tidak banyak bercanda, terutama dengan Tora, saat syuting berlangsung.
“Kebawa karakter Ragil juga mungkin. Tapi bukan sombong ya. Enggak,” ucap Vino yang baru saja memainkan sosok Chrisye di film Chrisye (2017) dan akan segera menjadi tokoh Wiro Sableng di film lainnya. Selama syuting, Tora dan Vino hanya bertemu di satu set pengambilan gambar.
Berbeda dengan Tora yang memang diminta Ifa banyak bercanda di film sesuai perannya sebagai Raga.
“Kalau gue ketemu Vino, ngomong hanya seperlunya,” ujar Tora tertawa melanjutkan, “Tetapi seru sih. Ini film pertama gue main bareng Vino, dan pertama juga bertemunya disini.”
Vino dan Tora menyebutkan, peran-peran yang mereka mainkan di Film Hoax itu unik.
Ceritanya yang berbagi antara drama, komedi hingga thriler ini juga memberi banyak kejutan untuk penontonnya.
“Karakter saya, Tora atau Tara didalam dan diluar rumah akan berbeda,” ujar Vino.
Dari cerita awal yang nyantai, bisa saja berganti jadi kisah yang menyeramkan dan horor.
Raga, Adek dan Ragil dikisahkan sebagai kakak-beradik yang jarang berkumpul, dan sekalinya bisa berkumpul di rumah ayah mereka, terjadi banyak masalah.
Saat bertemu, masing-masing memiliki persoalan berbeda.
Raga bermasalah dengan hubungan asmaranya, Adek menceritakan persoalan antara anak dan ibu, sedangkan Ragil mengisahkan hubungan anak dan bapak.
“Ternyata manusia itu ada sisi abu-abunya. Kalau ada yang jahat, dia pasti ada sisi baiknya. Melihat orang baik, juga belum tentu baik,” ucap Vino.
Ide Ifa dalam membuat film ini, lanjut Vino, yang luar biasa. Apalagi film ini garapan idealisnya Ifa saat masih sekolah film.
Vino dan Tora begitu senang akhirnya film itu diputar bioskop setelah menunggu lebih dari lima tahun.
Baca tanpa iklan