Ia pun mengutip pandangan visioner dari pendiri Kompas, Jakob Oetama pada 2016 lalu.
Saat itu Jakob Oetama menyatakan 'informasi yang dipersepsikan sebagai sumber pengetahuan mulai dikhawatirkan sebagai sumber kecemasan. Lubernya informasi tidak lain berarti bahwa ada jenis informasi yang bukan saja tidak sempat diolah akan tetapi juga sama sekali tidak mungkin dipakai.'
"Pak Jakob Oetama mengatakan informasi yang sejatinya adalah sumber pengetahuan mulai dikhawatirkan sebagai sumber kecemasan. Hadirnya hoax, yang banjir akhir-akhir ini adalah sumber kecemasan ini," jelasnya.
Dengan bekal penglihatan Jakob Oetama, Kompas.com hendak mengembalikan posisi dirinya menjadi informasi sebagai sumber pengetahuan, bukan sumber kecemasan. (*)
Baca tanpa iklan