News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pernah Alami Bipolar, Ini Cerita Marshanda Semasa Sekolah, Aneh Dari Kecil

Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Marshanda ceritakan pada Ussy dan Andhika mengenai bipolar

Marshanda mengakui semasa sekolah dirinya merupakan anak yang jarang bergaul (kuper).

Marshanda ceritakan semasa sekolah dirinya pernah jadi objek bully hingga dinilai aneh. (Tangkap Layar kanal YouTube Ussy Andhika Official)

"Karena aku over sensitif waktu sd terus temen aku bercanda dikit itu aku baper," cerita Marshanda.

"Terus mungkin mereka melihat aku cocok jadi objek penderita. Tapi kita menunjukkan keakraban kita."

"Ini aku nebak kayaknya mereka itu semua care pengen ngajak bercanda cuman bingung gimana terus jadinya membangun keakraban lewat bully. Apalagi anaknya yang diajak bercanda itu jarang bergaul. Akukan kuper," ujar pemeran Lala di sinetron Bidadari itu.

Marshanda juga menceritakan ketika ia alami Bipolar ia mempelajarinya melalui buku, seminar, diploma hypnotherapy, hingga pelatihan dasar konseling.

Marshanda juga banyak mempelajari ilmu mengenai psikologi.

"Aku mempelajari dibuku, di seminar. Aku pernah ikut diploma hypnotherapy, di Jakarta 12 hari dari jam 09.00 WIB sampai 19.00 WIB," ungkap Marshanda.

"Pernah ikut pelatihan dasar konseling selama seminggu full, dari pagi sampai malam dapat sertifikasi juga gitu. Jadi aku juga banyak belajar tentang psikologi," tambahnya.

Marshanda juga menjelaskan bipolar adalah kondisi psikis seseorang dengan perubahan hati yang ekstrim antara tinggi atau rendah.

Suasanya hati yang tinggi disebut manic (mania) sedangkan rendah adalah depresi.

Marshanda (Instagram/marshanda99)

Menurut penjelasan Marshanda, seseorang dapat didiagnosa dengan bipolar setelah dilakukan observasi selama beberapa minggu atau bulan hanya oleh profesional.

Marshanda menjelaskan ketika seseorang berada di suasana hati yang tinggi, maka orang tersebut akan senang sekali hingga berlebihan, banyak ide, over sensitif, hingga merasa dapat melakukan apapun.

Sedangkan depresi, Marshanda memberikan contoh kasus seseorang yang memiliki bipolar.

Diceritakan ada seseorang yang alami depresi dengan berdiam diri di dalam kamar selama satu bulan dengan mematikan lampu.

Selain itu, contoh kasus seseorang yang depresi adalah bunuh diri.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini