Polisi menyalahkan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atas serangan itu.
Sebelumnya juga ada bom Bali pada 2002, dimana 202 orang mayoritas WNA tewas dalam serangan di kawasan hiburan malam.
Serangan itu dilakukan oleh jaringan militan Jemaah Islamiah (JI).
Menurut laporan Reuters, pada Januari lalu Densus 88 menggerebek tempat persembunyian kelompok militan di Makassar.
Dua orang terduga teroris ditembak mati karena melawan.
Kedua orang itu dicurigai terlibat dalam pemboman kembar di sebuah gereja di Filipina pada 2019 yang menewaskan lebih dari 20 orang.
Berita terkait bom di Makassar
Baca tanpa iklan