Perjuangan terberat bagi Prilly adalah ketika skripsi.
Ully menuturkan, anaknya harus mengerjakan skripsi saat pulang syuting.
Pun saat Prilly menangis, Ully selalu menenangkan hati anaknya.
"Apalagi waktu bikin skripsi ya, syuting, pulang syuting, buka laptop sampai pagi, nangis-nangisan saya yang nenangin," ucap Ully.
Menurut Ully, perjuangan Prilly sudah terbayarkan dengan mendapat predikat wisudawan terbaik.
"Alhamdulillah udah terbayarkan dengan mendapat best of the best graduate," ucap Ully.
Simak berita lainnya terkait Prilly Latuconsina
(Tribunnews.com/Pramesti Rizki)
Baca tanpa iklan