News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penulis Lupus Hilman Hariwijaya Wafat

PROFIL Hilman Hariwijaya, Penulis Novel Lupus & Naskah Cinta Fitri Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun

Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: bunga pradipta p
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Berikut profil Hilman Hariwijaya, penulis Lupus dan naskah sinetron Cinta Fitri yang meninggal dunia di usia 57 tahun.

TRIBUNNEWS.COM - Simak profil Hilman Hariwijaya dalam artikel berikut ini.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air.

Pada Rabu (9/3/2022), Hilman Hariwijaya yang merupakan penulis novel Lupus meninggal dunia.

Hilman menghembuskan napas terakhirnya di usia 57 tahun.

Baca juga: Sahabat Sebut, Sebelum Meninggal Hilman Hariwijaya Sempat Alami Stroke Ringan

Baca juga: Kabar Duka: Hilman Hariwijaya, Penulis Lupus Meninggal Dunia

Dikutip dari Kompas.com, berita duka meninggalnya Hilman Hariwijaya ini diumumkan oleh produser Agung Saputra.

"Inalilahi wainalilahi rojiun @thehilmanriwijaya semoga amal ibadahmu diterima oleh ALLAH SWT," tulis Agung di Instagram Story-nya, Rabu (9/3/2022).

Agung Saputra juga mengunggah potret Hilman di Instagram Story miliknya.

Namun, Agung tidak menyebutkan penyebab Hilman Hariwijaya meninggal dunia.

Berikut profil Hilman Hariwijaya, penulis Lupus dan naskah sinetron Cinta Fitri yang meninggal dunia di usia 57 tahun. (Instagram/@thehilmanhariwijaya)

Selain itu, salah satu rekan penulis, Noorca M Massardi juga membenarkan kabar meninggalnya Himan.

"Iya (meninggal) dari semua WhatsApp grup sudah confirm," kata Noorca lewat pesan singkat.

Sementara itu, postingan terakhir Hilman Hariwijaya di Instagram, ia sempat memperlihatkan foto tengah terbaring sakit.

Lantas seperti apa sosok Hilman Hariwijaya?

Profil Hilman Hariwijaya

Hilman Hariwijaya merupakan seorang penulis asal Indonesia.

Ia dikenal sejak menulis cerita pendek berjudul Lupus di majalah Hai pada Desember 1986.

Sukses dengan berbagai cerita pendeknya, Hilman kemudian mencoba peruntungannya untuk menjadikan Lupus ke dalam sebuah Novel.

Baca juga: Kini Jadi Tersangka Kasus Quotex, Doni Salmanan: Saya Percaya Semua Sudah Diproses Seadil-adilnya

Baca juga: Dinan Fajrina, Istri Doni Salmanan Bakal Diperiksa Bareskrim Terkait Aliran Dana Kasus Quotex

Dikutip dari Tribunnewswiki.com, Hilman lahir pada 25 Agustus 1964 di Jakarta.

Hilman Hariwijaya menemani perjalanan remaja era 1980-an.

Penulis Lupus dan Naskah Sinetron

Hilman terkenal dengan trio penulis novel Lupus bersama Gusur Adhikarya dan Boim Lebon.

Dengan judul yang sama, Lupus juga telah diangkat ke layar lebar.

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Pada Rabu (9/3/2022), Hilman Hariwijaya meninggal dunia.

(Instagram/@thehilmanhariwijaya)

Selain Lupus, Hilman Hariwijaya juga menulis buku Vanya, Olga, Lulu, Keluarga Hantu, Vanya, hingga Cladd.

Hilman juga menjadi penulis naskah untuk beberapa film seperti Dealova, The Wall, Anak Ajaib, dan Rasa.

Bahkan, ia juga menulis naskah sinetron-sinetron terkenal, yakni Cinta Fitri Season 2 dan Cinta Fitri Season 3.

Hilman Hariwijaya terakhir bergabung dalam produksi sinetron Love Story The Series.

Baca juga: Haji Faisal Beri Lampu Hijau Thariq Halilintar Nikahi Fuji: Pantas Kita Musyawarahkan

Baca juga: Awalnya Deg-degan, Kini Fuji Bersyukur Diterima Baik oleh Keluarga Thariq Halilintar

Raditya Dika Berduka

Kepergian Hilman Hariwijaya meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah pihak.

Terlebih kepopuleran novel Lupus karyanya di era 90an banyak memberikan kenangan untuk pembacanya.

Salah satu penggemar novel Lupus kala itu adalah penulis sekaligus YouTuber Raditya Dika.

Melalui fitur Instgaram Story akun pribadinya, @raditya_dika, suami Annisa Aziza itu menuliskan ucapan dukanya.

Ia mengunggah tangkapan layar berita kepergian Hilman Hariwijaya.

Raditya Dika mengaku cerita-cerita Lupus karya almrhum menjadi salah satu inspirasi besarnya dalam menulis.

Raditya Dika mengaku cerita-cerita Lupus karya almrhum menjadi salah satu inspirasi besarnya dalam menulis.

"Kalau bukan karena mas Hilman, mungkin saya tidak akan jadi penulis," tulis Radit.

Bapak dua anak itu lantas mengenang kembali masa mudanya ketika mampir ke toko buku demi Lupus.

"Masih teringat bagaimana tiap bulan mampir ke toko buku hanya untuk melihat apakah ada buku Lupus terbitan terbaru.

Terima kasih atas inspirasi dan cerita2 yg menemani kami semua. Doa terbaik untuk mas Hilman dan keluarga," lanjut Radit.

Berita lain terkait Hilman Hariwijaya

(Tribunnews.com/Indah Aprilin/ Dipta) (Kompas.com/Cynthia) (Tribunnewswiki.com/Rakli)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini