TRIBUNNEWS.COM - SZA mengungkapkan pengalamannya diintimidasi saat remaja.
Hal tersebut justru memberikan kontribusi terhadap kesuksesan SZA di masa depan.
Dalam sebuah wawancara, SZA mengaku pernah mengalami berbagai bentuk intimidasi selama masa remajanya.
"Saya di-bully karena saya tidak pendiam dan canggung pada saat yang sama."
"Saya selalu berpikir, 'Ya Tuhan.'"
"Saya tidak akan pernah mendapat persetujuan dari siapa pun dalam hidup, ini harus menjadi faktor penentu saya, ini harus menjadi garis bawah," terang SZA, dikutip dari NME.
Kendati di-bully, SZA mengaku tak menyesali hal tersebut dalam hidupnya.
Bahkan, bullying tersebut justru menjadikan SZA seperti saat ini.
"Saya menyadari bahwa semua hal yang membuat saya merasa sangat timpang sebenarnya adalah yang membuat saya menjadi diri saya sendiri," jelasnya.
Bullying tersebut membuat SZA merasa tak berniat untuk pergi ke acara perpisahan.
Hal ini lantaran SZA merasa tidak memiliki teman.
"Sepertinya, saya tidak pergi ke prom karena saya tidak punya teman dan saya tidak punya siapa-siapa untuk pergi ke prom… (dan sekarang)," imbuhnya.
SZA kembali melanjutkan penjelasannya.
"Semua hal ini, jika saya memiliki keberadaan dan pengalaman yang memuaskan di sekolah menengah, saya akan merasa divalidasi sampai pada titik di mana saya tidak perlu melakukannya lagi," lanjutnya.
Baca juga: 4 Fakta Menarik Dari SZA dan Album Comeback S.O.S