News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stunting Berdampak Buruk Bagi Kesehatan di Usia Dewasa, Kepala BKKBN: Cenderung Alami Obesitas 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menjadi narasumber pada wawancara khusus dengan Tribun Network di Kantor BKKBN, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2023). Sebagai Koordinator Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, BKKBN berharap Pemerintah dan seluruh masyarakat bekerja sama dan bekerja keras untuk memberikan edukasi terbaik kepada remaja agar terhindar dari perilaku berisiko tinggi, salah satunya free seks atau seks bebas. TRIBUNNEWS/JEPRIMA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tidak hanya pengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan, stunting ternyata bisa berdampak pada kesehatan di usia dewasa.  

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr.(HC). dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.

"Orang stunting kurang beruntung. Karena biasanya dia hari tuanya, usia 40 tahun ke atas cenderung alami sentral obesitas karena pendek," ungkapnya pada acara Kick Off Semesta Mencegah Stunting #CukupDuaTelur di Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2/2023). 

Mengalami obesitas tentu dapat memunculkan penyakit lain. 

"Penyakit cardiovascular, jantung, tekanan darah, kencing manis. Stunting seperti itu," kata Hasto menambahkan. 

Lebih lanjut ia pun menjelaskan bahwa stunting merupakan situasi gagal tumbuh dan gagal berkembang. 

Baca juga: Cegah Stunting, Kepala BKKBN Ingatkan Jarak Lahir Anak Penting Diatur

Tumbuh itu ukuran tinggi badan dan berat. 

Sedangkan berkembang, merupakan kemampuan intelektual.

"Itulah stunting, akhirnya apa, stunting itu pasti pendek. Pasti tidak punya kemampuan intelektual hebat kemudian satu lagi," paparnya lagi. 

Hasto pun menyampaikan situasi stunting di Indonesia saat ini. 

Angka stunting telah mengalami penurunan dari 24,4 persen di 2021 menjadi 21,6 persen di 2022.

Walau turun, angka ini belum mencapai target. 

Presiden Joko Widodo telah menetapkan target, angka stunting turun menjadi 14 persen pada 2024 mendatang. 

"Sehingga akhir tahun 2023 kita berharap angka stunting mendekati 17 persen. Sehingga stunting bisa diturunkan 3 persen di 2024 dan menyentuh 14 persen. Harapannya seperti itu," pungkas Hasto. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini