Dulunya sempat sering menyakiti diri sendiri, kini ia meluapkan amarahnya lewat rasa sakit saat membuat tato.
"Gue tuh waktu di zaman itu pernah memang stres banget. "
"Gue sering nyakitin diri sendiri dengan cutting, segala macam lah gitu," ujar Devano.
"Dan tato itu adalah alasan gue (bertahan) sampai sekarang, kenapa gue nato ya daripada gue ngutting (melukai diri-sendiri), mending tato, sama rasanya," lanjutnya.
(Tribunnews.com/Ayu)
Baca tanpa iklan