News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hotma Sitompul Meninggal Dunia

Rutin Dilakukan Hotma Sitompul Sebelum Meninggal, Ini Sebab Seseorang Harus Cuci Darah

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengacara kondang Hotma Sitompul (tengah) mendatangi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjenguk anak buahnya yang ditahan KPK, Mario Bernardo, Jakarta, Rabu (6/11/2013). Mario ditahan dan diajukan ke meja hijau karena diduga terlibat suap dalam pengurusan kasus di Mahkamah Agung. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Advokat kondang Hotma Sitompul meninggal dunia pada hari Rabu (16/4/2025) di RSCM, pada usia 75 tahun.

Dari penuturan pihak keluarga, Hotma Sitompul sebelum meninggal menderita komplikasi.

Ia juga rutin menjalani cuci darah.

“Karena komplikasi memangnya, karena memang untuk sakitnya sendiri itu biasanya 2 atau 3 kalau seminggu (cuci darah)," jelas Juru Bicara Keluarga Hotma Sitompul, Philipus Sitepu di RSCM, Jakarta.

Hotma Sitompul rencananya dikebumikan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (19/5/2025).

Baca juga: Melayat ke Rumah Duka Hotma Sitompul, Desiree Tarigan dan Bams Pilih Diam

“Akan dikebumikan rencana hari Sabtu pagi. Kemudian acaranya akan ada di rumah Pangeran Antasari nomor 79A dari hari ini, besok, Jumat sampai dengan Sabtu pagi,” kata Philipus.

Diketahui, cuci darah merupakan tindakan medis yang dilakukan oleh pasien penyakit ginjal kronis atau gagak ginjal stadium akhir, dimana ginjal tidak lagi bisa berfungsi dengan baik.

Mengutip dari WebMD, saat ginjal tidak berfungsi dengan baik, hal itu dapat menyebabkan komplikasi di area tubuh lainnya.

Seperti anemia, retensi cairan, gout, penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), hiperkalemia, asidosis metabolik, uremia dan lainnya.

Juga bisa meningkatkan masalah tulang dan infeksi.

Bisakah komplikasi itu dicegah?

Pasien dapat memperlambat perkembangannya dan menurunkan risiko terkena komplikasi kesehatan akibat penyakit gagal kronik.

Caranya melakukan pemeriksaan darah dan urinalisis rutin akan membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Dokter biasanya memantau fungsi ginjal dengan memeriksa perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR), nitrogen urea darah (BUN), kreatinin (Cr), dan albumin urin.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini