Ia mempelajari cara ibadah dan prinsip dasar dari masing-masing agama, namun justru Islam yang paling membuatnya merasa tenang.
“Aku belajar Buddha, Hindu, Protestan, ya baca-baca aja mereka tata caranya gimana. Salah satu temanku bilang ‘Manta coba kamu ketika sendirian paling nyaman gimana’. Nah, Islam ini yang terakhir,” kenangnya.
Keyakinannya terhadap Islam semakin menguat ketika satu dari nazarnya kepada Tuhan terkabul, meskipun doa itu bukan ditujukan untuk dirinya sendiri.
“Aku nazarnya tidak mendoakan diriku, tapi orang lain dan itu tercapai. Nazarnya itu dikabulkan sama Allah berarti ya udah berarti ini jalannya. Jadi ya udah deh (mualaf),” pungkasnya.
(Tribunnews.com, Rinanda)
Baca tanpa iklan