Bentuk ancaman, menurut Erika, melibatkan penyebaran data pribadi dan informasi sensitif terkait kehamilannya.
“Bukan cuma ancaman kata-kata, tapi data pribadi aku disebar, termasuk foto USG," jelasnya.
"Kehamilan aku ini kan ditutupi sama aku, tapi malah dia yang menyebarluaskan dan mengarahkan orang-orang di grup itu buat menyerang aku,” lanjut Erika.
Erika memastikan bahwa bentuk teror yang ia terima sudah terjadi, dan ia telah mengantongi bukti-bukti untuk diserahkan ke pihak kepolisian.
“Bentuk ancamannya aku nggak bisa kasih tahu ke kalian. Tapi sudah aku terima dan sudah aku serahkan bukti-buktinya,” tambahnya.
Baca tanpa iklan