News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

CGV Tegaskan Pihaknya Tidak Menayangkan Video Program Prabowo di Bioskop

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ADA PRABOWO DI BIOSKOP - Tangkapan layar film Prabowo dan Gibran di bioskop jadi bahan pembicaraan di linimasa media sosial.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan bioskop CGV menegaskan pihaknya tidak menayangkan video pendek berisi program-program terobosan Presiden Prabowo Subianto di bioskop.

Video tersebut dikabarkan diputar sebelum film dimulai layaknya iklan, seperti yang beredar di media sosial baru-baru ini.

Baca juga: Netizen Heboh Video Prabowo dan Gibran Diputar Sebelum Film Mulai di Bioskop

"Di CGV tidak ada iklan tersebut ya," kata Serdini, Humas CGV kepada Tribunnews, Minggu (14/9/2025).

Bioskop CGV (dulu dikenal sebagai Blitzmegaplex) adalah jaringan bioskop modern yang menawarkan pengalaman menonton film dengan teknologi dan kenyamanan kelas dunia. 

CGV berasal dari Korea Selatan dan merupakan bagian dari CJ Group, salah satu konglomerat terbesar di Asia. 

Di Indonesia, CGV telah berkembang pesat dan hadir di berbagai kota besar.

 

 

Sementara itu, Tribunnews berusaha mengonfirmasi pihak XXI namun belum mendapat tanggapan.

Dalam tayangan yang beredar, ditampilkan berbagai cuplikan kegiatan dan potongan pernyataan Prabowo.

Video tersebut memuat beberapa aktivitas dari program-program pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta tagline Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, banyak penonton merasa kecewa karena tempat yang seharusnya diniatkan untuk mencari hiburan justru disuguhkan tontonan politik.

Seorang pecinta film layar lebar, Wisnu Fauzan, menilai masuknya suasana politik ke bioskop kurang baik, khususnya bagi industri film.

"Sebagai penonton film layar lebar agak risih sih. Meskipun cuma seperti iklan, tapi jadi ganggu suasana kenetralan di industri perfilman," kata Wisnu kepada Tribunnews, Minggu (14/9/2025).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini