News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bhisma-Maizura 'Menuju Pelaminan', Diwarnai Konflik Budaya Jawa-Minang

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FILM MENUJU PELAMINAN - Cuplikan adegan film Menuju Pelaminan yang dibintangi Bhisma Mulia dan Maizurra akan tayang di bulan ini. Jumat (3/10/2025).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bhisma Mulia dan Maizura sudah berencana untuk meresmikan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.

Namun, keduanya mengalami kendala ketika niat baik itu tidak berjalan mulus sesuai dengan harapan.

Ini bukan kisah sebenarnya dari Bhisma dan Maizura melainkan bagian dari film drama 'Menuju Pelaminan'.

Kisah Menuju Pelaminan berpusat pada Fajar (Bhisma Mulia) dan Rahma (Maizura), pasangan yang siap mengikat janji suci.

Namun perbedaan latar belakang membuat perjalanan mereka menuju pernikahan tidak semudah yang dibayangkan. 

Baca juga: Celerina Judisari Wakil Indonesia di Silk Road International Film Festival ke-12 di Fuzhou

Fajar berasal dari keluarga Jawa, sementara Rahma tumbuh dalam tradisi Minangkabau, hal itu jadi konflik yang harus mereka hadapi. 

Perbedaan budaya ini menimbulkan gesekan antar keluarga, terutama ketika persiapan pernikahan berlangsung.

Konflik semakin pelik saat kakek bersikeras ingin hadir di akad nikah. Demi mewujudkan keinginan itu, keluarga Fajar pun menempuh perjalanan darat sejauh 1.859 km dari Jogja menuju Padang dengan mobil van tua.

Rencana perjalanan dua hari berubah jadi road trip empat hari penuh drama mulai dari pertengkaran dan konflik, hingga momen kebersamaan yang hangat dan mengharukan. 

Bukan sekadar menghadirkan kisah cinta, film ini juga ingin merayakan kekayaan budaya Indonesia. 

Dalam film tersebut akan dihadirkwn adat pernikahan Jawa dan Minang, detail arsitektur tradisional, serta lanskap indah Yogyakarta hingga Padang Pariaman. 

“Menuju Pelaminan bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang perjalanan lintas budaya yang menggambarkan dinamika keluarga Indonesia,"kata Dirana Sofiah, Project Leader Indonesia Film Financing (IFF) PFN sekaligus produser film, di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025).

"Visual Yogyakarta dan Padang kami pilih untuk memperkuat cerita sekaligus mengangkat potensi pariwisata di sana,” terusnya.

Film ini juga merupakan hasil kolaborasi PFN dengan Rekam Films, serta dukungan mitra internasional Little Green White dan One Light Holdings dari Singapura. 

Proyek tersebut terpilih melalui program Indonesia Film Financing (IFF) PFN setelah melewati seleksi ketat dari lebih dari 100 proposal.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini