“Dokter bilang, kandungan ASI itu unik dan tidak tergantikan oleh susu formula,” tambahnya.
Aaliyah juga mengaku merasakan manfaat nyata dari penggunaan ASI booster.
“Produksi ASI jadi lebih lancar dan kental, bahkan sampai sekarang masih ada lapisan fat-nya. Kalau bayi happy, mamanya juga ikut happy,” katanya.
Dukungan Lingkungan dan Suami Jadi Kunci
Meski harus membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan, Aaliyah tetap menjaga komitmen untuk menyusui.
“Waktu Arash sempat sakit, dokter gak kasih obat apa-apa. Cuma disarankan terus breastfeeding, dan hasilnya luar biasa,” ceritanya.
Ia pun menekankan pentingnya dukungan lingkungan.
“Waktu ikut turnamen padel, teman-teman suka ngingetin jadwal pumping. Kami sambil ngobrol, sambil nyusuin. Suasananya menyenangkan dan ternyata itu bantu banget produksi ASI,” ungkapnya.
Selain dukungan dari teman, Aaliyah juga bersyukur memiliki suami yang sangat peduli.
“Dia selalu bantu tanpa diminta, bahkan tengah malam saat aku pumping. Langsung bangun dan bantu kasih ASI ke Arash. Aku bersyukur banget punya pasangan yang sepeduli itu,” ujarnya.
Menutup sesi bincang, Aaliyah menyampaikan pesan penuh semangat untuk para ibu muda.
“Semua ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Support system itu penting banget. Menyusui bukan cuma soal nutrisi, tapi juga tentang bonding yang gak tergantikan. Jadi tetap semangat, jangan menyerah,” katanya.
Sementara itu, Uung Victoria Finky menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi dan riset seputar ASI.
Mom Uung telah menjalani dua studi ilmiah untuk membuktikan efektivitas ASI Booster Mom Uung. Studi pertama dengan desain cross-sectional melibatkan 665 ibu menyusui di Indonesia, menggunakan kuesioner tervalidasi.
Hasilnya menunjukkan konsumsi ASI booster Mom Uung meningkatkan volume ASI secara signifikan, baik pada ibu bekerja maupun tidak bekerja (p < 0>
Baca tanpa iklan